Dua Curanmor Tak Berkutik Diringkus Polisi

Dibaca: 161 kali

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Tim Libas Anti Bandit Polsek Jelutung berhasil meringkus dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan gajah mada RT. 36, Minggu (17/1) sekitar pukul 01.30 Wib. Kedua pelaku ini ditangkap usai beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Jelutung, Iptu Aidil Munsaf mengatakan, tersangka Mahdin telah diamankan warga yang saat itu merasa curiga terhadap seorang laki-laki yang menghampiri sepeda motor korban.

“Saat aksinya kepergok, warga pun turut mengamankan, namun tersangka Mahdin ini tidak mengakui kalau dia tengah melakukan pencurian kendaraan bermotor. Kemudian, Tim Libas Anti Bandit Polsek Jelutung yang saat itu sedang mobile hunting melewati wilayah tersebut dan langsung melakukan olah TKP,” kata Aidil, Rabu (27/1).

Kedua pelaku yaitu Agusti Rahmadoni (29) warga Jalan Desa Bangko Pintas RT. 01, Kecamatan Muaro Tabir, Kabupaten Tebo dan Mahdin (18) Desa Pompa Air Bulian, Kabupaten Batanghari saat ini telah di tetapkan sebagai tersangka.

Aidil melanjutkan, namun nyatanya, saat dilakukan olah TKP ditemukan kunci T, menurut Aidil, kemudian pihaknya melakukan interogasi terhadap tersangka dan akhirnya tersangka mengakui perbuatannya bersama dengan tersangka lainnya Agusti Rahmadoni.

Menurut Aidil, dengan berbekal informasi, aparat melakukan pengejaran terhadap tersangka Agus Rahmadoni. Begitu dilakukan penyelidikan, akhirnya tersangka Agustus Rahmadoni berhasil diringkus Tim Libas Anti Bandit Polsek Jelutung.

“Setelah dilakukan interogasi, dalam pengakuannya mereka telah beraksi di 12 TKP antar kabupaten, kota dan provinsi,” ujarnya.

“Untuk itu, Unit Reskrim Polsek Jelutung sebelumnya telah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Jambi, Polres Muaro Jambi, Batanghari dan Polres Tebo untuk melakukan pengungkapan yang mana TKP berada di wilayah hukum yang berbeda,” sambung Aidil.

Ia menjelaskan, terkait sindikat, saat ini tengah dilakukan penyelidikan, kedua tersangka diketahui merupakan jaringan antar kota antar Kabupaten dan antar Provinsi.

Aidil menambahkan, tersangka memiliki kelompok yang sama dalam curanmor yang masih ada, tetapi belum dapat di sebutkan inisial dan identitasnya, karena masih dalam pengembangan.

“Saya belum dapat memberitahu inisial dan identitas tersangka lain. Untuk harga jual motor curian ini di jual berkisar Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000,” jelasnya

Setelah dilakukan pengembangan, hasil dari curian di TKP jelutung belum sempat dijual, namun TKP di daerah lain sudah dijual yakni di wilayah Merangin.

“Untuk nama-nama tersangka lain sudah di kantongi dan sudah diberitahu ke Polres jajaran,” ungkapnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 Jo 53 K.U.H.Pidana dengan ancaman pidana 10 tahun penjara. (Sah)

ADVERTISEMENT