Kades Jeruk Manis Nahkodai FKKD Lombok Timur Periode 2021-2024

Dibaca: 326 kali
Nurhadi Muis, Ketua FKKD Terpilih, Priode 2021-2024/Foto : sidakpost.id (Ragil)

LOMBOK TIMUR – Musyawarah Daerah ke -VI Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Lombok Timur terselenggara dengan baik, Acara tersebut berlangsung di ballroom Kantor Bupati, pada Rabu 27 Oktober 2021.

Pada Musda Kali ini mengusung tema FKKD Kuat, FKKD Bermartabat, Desa Hebat, dirangkai dengan pemilihan ketua FKKD Lombok Timur yang baru. Dimana kompetisi tersebut, diikuti 4 calon ketua yang bertarung merebut menjadi ketua FKKD Lombok Timur periode 2021- 2024.

Usai melakukan pemungutan suara yang diikuti 188 Kepala Desa, kompetisi tersebut dimenangkan oleh Kepala Desa Jeruk Manis Kecamatan Sikur Nurhadi Muis dengan perolehan suara sebanyak 91 suara. Disusul H. Maidy, SH., dengan perolehan 48 suara, Lalu Wira Sakti urutan ketiga dengan prolehan suara 42 suara. Sedangkan Achmad Subandi pada urutan terakhir dengan perolehan 8 suara.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) terpilih Nurhadi Muis usai Musda mengatakan, kemenangannya bukan milik perorangan melainkan kemenangan bersama semua Kepala Desa, pasalnya kegiatan tersebut merupakan rutinitas periodik FKKD yang dilaksanakan 3 tahun sekali.”ini kemenangan kita bersama,”katanya kepada awak media, Rabu (17/10/2021).

Nurhadi Muis menambahkan, kedepan FKKD akan dipimpin sesuai dengan visi dan misi yang telah disampaikan, dimana Kolaborasi, kerjasama dan komunikasi dengan semua lembaga baik pemerintah maupun non Pemerintah untuk menjadi langkah awal sebuah perubahan.”Kami akan buka komunikasi seluas-luasnya,”ujarnya.

Tidak sampai disitu, Nurhadi Muis juga berkomitmen akan membawa FKKD menjadi lembaga yang bermarwah dan bermartabat, Terutama untuk kemajuan setiap desa yang di Lombok Timur.

Sementara Ketua Panitia Suhirman mengatakan Musda FKKD Lombok Timur kali ini menghabiskan dana hingga 50 juta lebih. Dana tersebut berasal dari iuran anggota, pejabat tinggi Pemerintah dan Anggota DPR-RI.

“Dari anggota sekitar 18 juta, alhamdulillah sumbangan dari pemda Rp 12 juta, dari pak Sekda Rp 4 juta dan dari pak Nanang Samudera Rp 5 juta. Total nya 50 juta,”tutupnya. (gil)

ADVERTISEMENT