RSIA Moelia Gelar Seminar Fenomena Persalinan ERACS dan Ancaman Stunting

dr. Edwin Darmawansyah saat menyampaikan materi seminar di hadapan peserta baik bidan dan perawat. Foto : sidakpost/Indra Sakti

SIDAKPOST.ID, BUNGO –  Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Moelia Muara Bungo gelar Seminar Update Kegawatdaruratan Material dan Neonatal dan Mengulas Fenomena Persalinan ERACS dan Ancaman Stunting.

Dengan pemateri dr.Roky Panjaitan, M.Ked (Ped), Sp, A dan dr. Edwin Darmawansyah, Sp, OG (K), Kadinkes Bungo,dr Matondang, dengan moderator Yuni Zetri, S.Tr.Keb dan para Bidan dari kabupaten Bungo seta dari kabupaten tetangga.

Seluruh peserta seminar Bidan dan Perawat di Bungo dan Luar kabupaten Bungo. Foto : sidakpost/Indra Sakti

Kepada sidakpost.id, Owner RSIA Moelia, dr. Edwin Darmawansyah menjelaskan, ini seminar untuk memberikan edukasi dan rangsangan kepada para tenaga kesehatan bidan dan perawat untuk lebih baik dalam melayani kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga :  7 Manfaat Dahsyat Minum Air Putih di Pagi Hari

“Karena Kegawatdaruratan adalah kejadian yang tidak diduga atau terjadi secara tiba -tiba . Sering kejadian ini kejadian yang sangat berbahaya, dan membutuhkan tindakan segera guna menyelamatkan jiwa atau nyawa seseorang,” ungkap dr. Edwin.

Tampak Kadinkes Bungo dr Safarudin Matondang dalam menyampaikan sambutan. Foto : sidakpost/Indra Sakti

Seperti diketahui, Kegawatdaruratan Material adalah kondisi kesehatan yang mengancam jiwa yang terjadi dalam masa kehamilan atau selama sesudah Persalinan dan kelahiran. Seminar sangat berdampak kepada pelayanan masyarakat.

Baca JugaPeringati Hari Kanker Sedunia, Kadinkes Bungo Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

“Kira ingin semua tenaga kesehatan, bidan dan perawat benar-benar menjalankan aksi nyata dan tugas yang benar-benar sesuai prosesi dan tanggungjawab yang dimiliki. Baik dalam konsep dasar, deteksi material, ” ujar Edwin.

Baca Juga :  UPTD Puskesmas Muko-Muko Bathin VII, Terus Maksimalkan Vaksinasi Ibu Hamil

Dijelaskan, dari data WHO 2019 Angka kematian ibu dan anak (AKI) di dunia yaitu sebanyak 303.000 jiwa. Angka kematian ibu di Asean 2020 yakni 235 per  100.000 kelahiran hidup.