Kesal, Ratusan Warga Bungo Hancurkan Mesin Dompeng

Dibaca: 844 kali

SIDAkPOST.ID, BUNGO – Ratusan warga yang tergabung dari tiga dusun yakni, Dusun Lubuk Mayan, Dusun Rantau Duku dan Dusun Tebing Tinggi, melaksankan razia PETI di Dusun Rantau Pandan, Lubuk Kayu Aro serta di Dusun Leban, Kecamatan Rantau Pandan, Sabtu (27/7/2019).

Informasi yang berhasil dirangkum sidakpost.id, di lokasi razia bahwa, aktivitas peti tersebut sudah sangat mengganggu kenyaaman hidup orang banyak. Pasalnya, sebagian besar warga di tiga Dusun tersebut setiap hari mengkonsumsi air buat minum, nyuci dan mandi dari sungai batang bungo.

Rio (kades-red) Dusun Rantau Duku, Seh Kholik dikonfirmasi mengatakan, semenjak adanya peti di ulu sungai batang bungo tersebut kondisi air sudah keruh dan tidak layak di konsumsi lagi. Hal ini, tentu membuat kemarahan warga memuncak.

“Belum lama ini, sudah pernah disurati kepada 3 dusun yang bersangkutan, agar aktivitas peti itu, segera dihentikan, karena air sungai batang bungo ini sudah keruh oleh limbah peti sengaja di buang ke sungai batang bungo,” ucap Seh Kholik.

Dikatakannya, meski sudah pernah disurati akan tetapi apa yang sudah disampaikan tersebut tak diindahkan oleh pemilik peti tersebut. Jadi warga lama kelamaan kesal dan akhirnya turun ke lokasi menertibkan peti. Memang saat dilokasi tadi tak ada aktivitas yang berjalan.

“Saat razia tadi, tak ada aktivitas yang berjalan, akan tetapi warga berhasil musnahkan sebanyak 11 unit mesin dompeng yang sengaja di simpan oleh pemilik peti. Tak hanta mesin semua alat-alat yang ada di lokasi juga dibakar warga yang turun ke lokasi dompeng,” kata Seh Kholik.

Bahkan Seh Kholik sangat berharap kepada pihak Kepolisian dan pemilik mesin dompeng, jangan lagi beraktivitas di tempat tersebut. Karena selain ada lubuk larangan, air sungai batang bungo juga dikonsumsi oleh masyarakat.

“Jadi mari bersama-sama menjaga agar sungai batang bungo tetap jernih dan bisa dikonsumsi oleh orang banyak. Selain keruh, air limbah peti itu juga sangat berbahaya bagi kesehatan karena itu, jangan ada lagi yang beraktivitas di okasi itu,” harap Rio Seh Kholik.

Sementara itu, Kapolsek Rantau Pandan, belum bisa dikonfirmasi terkait aktivitas peti yang berada di Kecamatan Rantau Pandan tersebut, hingga terbit berita ini. (zek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT