Polres Tebo Ungkap Kasus Narkoba Senilai Rp 59 Juta

Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega, Saat Menunjukan Badang Bukti Narkoba dalam Konferensi Pers. Foto : sidakpost.id/Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO -Dalam Konferensi Pers hari ini Jum’at 27 Mei 2022 yang di pimpin langsung Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega didampingi Wakapolres Tebo, Kasat Bimas, Kasat Narkoba beserta jajaran di Mapolres Tebo.

Kapolres Tebo menyatakan konferensi pers ini terkait dengan tindak pidana narkotika, disini ada 2 LP di mana dalam laporan yang pertama itu dengan barang bukti ( BB ) berjumlah 43,07 gram.

Sedangkan untuk LP yang kedua barang buktinya berjumlah 2,9 gram, kalau di total untuk ke 2 LP nya barang buktinya berjumlah 45,97 gram dan kalau dirupiahkan berkisar Rp 59. 761.000.

“Untuk yang pertama diketahui bahwa ada 3 tersangka sepasang suami istri dan adik kandung dari sang istri. di mana kedua suami istri ini adalah residivis dalam perkara yang sama,” terangnya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, imbuh Kapolres Tebo, bahwa sering terjadinya transaksi penjualan narkoba jenis sabu – sabu maka Kasat narkoba dan tim langsung menuju lokasi transaksi.

Akhirnya menangkap 3 orang tersangka sepasang suami istri dan adik kandung dari si istri tersebut, inisial para tersangka J dan E ini adalah pasangan suami istri, sedang kan tersangka satu lagi berinisial CP atau adik kandung dari tersangka E, adalah warga pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu.

” Untuk LP yang kedua yang BB nya 2,9 gram, tersangkanya berinisial AR warga Tebo Tengah yang juga residivis dalam perkara yang sama dan pernah di penjara selama 8 tahun,”katanya.

Lanjut Fitria, informasi dari masyarakat bahwa sering terjadinya transaksi jual beli narkotika jenis sabu sabu.”Maka dari tim reskrim narkoba Polres Tebo menuju TKP dan mengamankan tersangka AR dan BB di amankan di Polres Tebo, ” kata Fitria.

Lanjut Kapolres, untuk ketiga tersangka inisial J, E dan CP berdomisili di Pulau Temiang Tebo Ulu dan untuk tersangka AR ini berdomisili di Muara Tebo Tebo Tengah. Untuk pasal yang dikenakan adalah pasal 114 ayat 2 undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima ataupun menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram akan di ancam dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, pidana denda maksimum berjumlah 10 miliyar,”jelasnya.

Masih menurut AKBP Fitria, untuk pasal yang kedua yang diterapkan adalah pasal 112 ayat 2 undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, denda pidana 8 miliar rupiah.

“Satu gram sabu bisa menyelamatkan 5 jiwa, jadi kalaupun ditotalkan 45,79 gram dikalikan 5 orang jiwa kurang lebih kita menyelamatkan 230 jiwa. Kepada seluruh masyarakat jangan pernah mendekati yang namanya narkotika, apa pun jenisnya, karena narkotika ini sangat merusak generasi anak bangsa,” pungkasnya. (adl)