Terkait Corona, Muspika Rimbo Bujang Gelar Rapat Koordinasi

Dibaca: 460 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Untuk mencegah wabah virus Corona atau Covid -19, rapat koordinasi lintas sekoral digelar dalam meonitoring dampak isolasi penyebaran virus Corona di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Rapat koordinasi lintas sektoral ini, sengaja digelar di halaman Kantor Camat Rimbo Bujang Jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung, dengan tempat duduk diatur berjarak dua meter, satu dengan yang lainnya, Jumat (27/03/2020).

Tampak hadir dalam rakor ini Camat Rimbo Bujang Richi Saputra, Kapolsek Rimbo Bujang Iptu Joko Wibowo, Danramil 416-07/Rimbo Bujang Kapten Inf Wakhid Nurokhim, Kepala Puskesmas Rimbo Bujang II dr Sugiomo, Lurah Wirotho Agung Siti Fatimah, KUA, NU, Tokoh agama, Tokoh masyarakat dan lainnya.

Camat Rimbo Bujang Richi Saputra dikonfirmasi mengatakan, hasil kesepakatan Muspika Rimbo Bujang bahwa kegiatan memobilisasi masa ditiadakan atau ditunda, seperti pesta pernikahan dan Sunatan.

” juga ditiadakan atau ditunda kegiatan keagamaan BKMT, Pengajian akbar, Wiritan, termasuk pertemuan arisan. Pos Yandu, PKK, Karnaval maupun unjuk rasa, konser musik dan hiburan juga tidak diperbolehkan untuk sementara waktu. “Tandas Camat Richi Saputra.

Kapolsek Rimbo Bujang Iptu Joko Wibowo mengatakan, untuk mematuhi dan mendukung maklumat serta himbauan Pemerintah tentang pencegahan penyebaran wabah Virus Corona seluruh elemen masyarakat harus mematuhinya.

” kita dari Polsek tidak mengeluarkan izin keramaian apapun bentuknya, sampai dengan adanya pernyataan Pemerintah Virus Corona benar – benar aman. ” Tegas Kapoksek Iptu Joko Wibowo

Danramil 416-07/Rimbo Bujang Kodim 0416/Bungo Tebo Kapten Inf Wakhid Nurokhim mengatakan, bahwa rapat koordinasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk memonitor kondisi wilayah terkait pencegahan penyebaran Virus Corona dan dampak kemungkinan terpaparnya Virus Corona.

“Kepada masyarakat harus mematuhi himbauan Pemerintah terkait pencegahan wabah virus Corona, tempat keramaian ternasuk obyek wisata harus ditutup total. Tidak ada lagi kegiatan mobilisasi masa apapun bentuknya, kebijakan Pemerintah ini untuk menutus mata rantai Virus Corona,”ujar Danramil.  (asa)

ADVERTISEMENT