Rapat Bersama BPOM, Ini Pesan Wawako Jambi

Dibaca: 210 kali

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Wakil Wali Kota Jambi H. Maulana membuka acara rapat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait kegiatan terpadu, Desa pangan aman, pasar aman berbasis komunitas, intervensi keamanan yang berlangsung di Swissbell Hotel, Kamis (27/01/22)

Selain Wawako turut hadir Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang diwakili koordinator kelompok subtansi, informasi dan komunikasi, kepala Organisasi perangkat Daerah (OPD), Kepala kepala sekolah yang di kota Jambi dan tamu undangan lainnya.

Marhama selaku koordinator kelompok subtansi, informasi dan Komunikasi BPOM menyampaikan, terima kasih kepada pemerintah kota Jambi yang telah membantu mensukseskan acara ini.

“Peredaran produk pangan yang secara luas, mengakibatkan Penularan penyakit melalui pangan, pencemaran fisik dan lainya, pasar rakyat merupakan ujung tombak untuk rakyat, dan perlu ada skala prioritas agar bisa dilakukan pengecekan,”paparnya.

Lanjutnya kegiatan interpretasi pangan aman untuk anak, merupakan upaya promotif. Sesuai intruksi presiden RI.
Setiap tahun BPOM seluruh indonesia melaksanakan kegiatan terpadu ini.

Untuk tahun 2022 ini akan di lakukan di dua kota yaitu kota Jambi dan sungai penuh. Dari kegiatan ini akan dibentuk, kader pangan, masing masing desa memiliki kader pangan sebanyak 15 orang.

“Kami berharap pemerintah Desa bisa melakukan nya dan kami akan mendampingi, program ini melibatkan beberapa sektor, kami siap membantu sehingga kader memiliki interferensi sesuai dengan kami harapkan,” lanjut Marhama.

Wawako Jambi, Maulana mengatakan, salah satu tugas pemerintah yaitu  menyediakan pangan yang aman, lebih dari 1 juta penduduk Jambi melakukan aktivitas di kota Jambi. Anak sekolah sebelum pendek selalu membawa uang saku, lebih dari 1 juta porsi lebih makan siang yang di siapkan di kota Jambi.

“Seiring berkembangnya waktu dan Zaman sehingga banyak gaya hidup baru terutama bagi kaum anak muda, yang banyak menghabiskan waktu di cafe dan bahkan makan, minum disana,”katanya.

Lebih jauh disebutkan, konsep pengawas harus cepat. Pemerintah kota Jambi  sangat mengapresiasi kegiatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini. Pemerintah juga mengintruksi setiap sekolah untuk tidak memberi izin kantin sekolah buka dan penting pembinaan sekolah tentang jajanan sehat kepada siswa.

“Kedepan konsep pengembangan pasar bisa dari pihak pemerintah maupun swasta boleh membuka pasar yang modern. Dan Mengenai desa pangan, kebutuhan pangan kota Jambi 80% di penuhi dari luar kota Jambi, dan kota Jambi adalah kota Indeks tertinggi tingkat kebahagiaannya,”tutupnya. (adv/rat)

ADVERTISEMENT