Anak Punk Asal Rusia, Akhirnya Meninggalkan Terminal Rimbo Bujang

Dibaca: 5.561 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Warga resah yang ada di sekitar Terminal Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo – Jambi.

Akibat kehadiran Anak Funk yang satu orang diantaranya terdeteksi seorang gadis bernama Violetta (22) warga negara asing asal Rusia. Keresahan warga terhadap anak punk ini, karena tidak mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Rombongan anak punk ini mangkal di Terminal Wirotho Agung Rimbo Bujang dengan berkerumun dan tidak ada yang memakai masker, dengan kondisi ini warga resah khawatir terjadinya penularan wabah Virus Corona.

Menindaklanjuti instruksi dari OPD Kabupaten Tebo tentang keberadaan Anak punk asal Negara Rusia yang ada di Terminal Wirotho Agung, Kasi Kesos Tramtibum Bambang Irwanto, Kanit Binmas Polsek Rimbo Bujang Aiptu Sunaryo, Danpos Pol PP Hendra, Babinsa Serka Azis Wandi dan BKTM Aipda Syamsul M mengecek Terminal Wirotho Agung.

Kasi Kesos Tramtibum Bambang Irwanto dikonfirmasi sidakpost.id mengatakan, membenarkan dirinya bersama Kanit Binmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Danpos Pol PP telah mengecek ke Terminal Wirotho Agung. Hasilnya mendapati rombongan anak punk salah seorang diantaranya, adalah warga negara asing asal Rusia.

“Hasil introgasi Petugas sesuai Paspor dan keterangan Violetta mengakui dirinya berasal dari negara Rusia, menggunakan Paspor Traveling Pariwisata dan sudah melapor ke Kantor Imigrasi Muara Bungo, menurut Juru bicara anak pank,” terang Kasi Kesos Tramtibum Bambang, Jumat (26/06).

Kanit Binmas Polsek Rimbo Bujang Aiptu Sunaryo dikonfirmasi menuturkan, bahwa anak punk atau Violetta WNA asal Rusia dengan penuh kesadaran 1 X 24 jam, bersedia neninggalkan Wirotho Agung Rimbo Bujang.

“Sesuai pernyataan Violetta yang dipandu oleh juru bicara salah seorang anak punk, bahwa besok Violetta dan rombongan nak punk bersedia meninggalkan Wirotho Agung Rimbo Bujang,” ujar Aiptu Sunaryo.

Untuk diketahui, akhir-akhir ini warga Wirotho agung merasa terusik dan terganggu, diduga adanya anak punk sering meminta kue dipagi hari kepada pedagang kue yang melintas. Sekain itu anak punk mengamen di warung-warung yang tidak tepat dengan suasana sehingga mengganggu pengunjung warung. (asa)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT