Gelar Apel Bersama, Bupati Bungo Minta Warga dan ASN Tidak Mudik

Dibaca: 102 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO РBupati Bungo H Mashuri mengajak segenap warganya di perantauan agar tidak mudik lebaran  Idul fitri 1442 H/2021 M. Karena kondisi masih dalam situasi pandemi covid-19.

Tidak hanya masyarakat kebijakan tersebut juga berlaku bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Ini sebagai upaya guna menekan penyebaran virus covid-19 tengah melanda Indonesia.

“Kita himbau kepada masyarakat yang di perantauan untuk tidak mudik dulu pada lebaran tahun ini. Tetap bersabar dan mari kita sayangi diri kita dan keluarga di kampung,” imbau Bupati.

Mashuri usai Apel bersama kesiapan pengamanan dan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Lapangan upacara Kantor Bupati Bungo, Senin (26/4)

Sebut Mashuri, kebijakan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 juga berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, Pegawai BUMN, Karyawan swasta dan lainnya. Berlaku mulai 22 April sampai 24 Mei 2021.

“Memang idul fitri ada tradisi pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga. Satu sisi masyarakat harus memahami langkah larangan ini, sebab sampai saat ini pandemi Covid -19 belum selesai,” ungkapnya.

Guna mendukung pelaksanaan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bungo mendirikan Posko bersama larangan mudik di Kecamatan Jujuhan, perbatasan Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi dengan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumbar.

“Setelah ini, tentu rangakaian-rangkaian pelarangan mudik sudah kita siapkan, termasuk mendirikan posko-posko dan kini juga telah beroperasi,”terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Mokhamad Lutfi, S.I.K mengatakan apel bersama kesiapan pengamanan dan larangan mudik hari raya idul fitri 1442 H tahun 2021. Sebagai langkah strategis bersama mewujudkan sinergitas antar stakeholder terkait dalam pencegahan dan pengendalian Penyebaran Covid-19.

“Menyingkapi instruksi dari Pemerintah tentang larangan mudik lebaran 2021. Kita sudah meyiapkan 20 personel yang akan dipusatkan di Pos pengamanan dan larangan mudik di Kecamatan Jujuhan. Karena ini bersamaan dengan Operasi ketupat. Jadi seluruh personel yang kita siapkan sebanyak 80 personel. Jadi bila ada warga yang nekad mudik akan kita berikan sanksi tegas,”ujarnya. (jul)

ADVERTISEMENT