Diduga Baliho Caleg PKB Dapil 4, Dirusak Oleh Oknum Tak Bertangung Jawab

Dibaca: 386 kali
Salah Satu APK, Caleg PKB di Mangun Jayo Diduga Dirusak.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil 4, yang terpasang di Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII diduga dirusak oleh Oknum tidak bertanggung jawab.

Informasi yang diperoleh, Baliho caleg atas nama Pauzan dari dapil 4, yang terpsang di penurunan jembatan gantung Dusun Mangun Jayo ini, sudah rusak. Diduga baliho ini dirusak oleh okmun tidak bertanggung jawab pada malam hari.

“Sayo heran kok sebanyak itu baliho yang berada di sekitar situ, kenapa kok punya sayo yang dirusak. Sebagai caleg, sayo sangat menyanyangkan aksi pengrusakan baliho tersebut,” ujar Pauzan yang juga asli putra Mangun Jayo.

Sebut Pauzan, secara lisan pengrusakan baliho ini, sudah disampaikan kepada ketua Panwas Kecamatan Muko-Muko Bathin VII dan Ketua PKB Kabupaten.” Saya berharap kejadian seperti ini tak lagi terjadi sehingga tak ada yang dirugikan,” ungkap Pauzan.

Sementara itu, Kurnia Ketua Panwascam Muko-Muko Bhatin VII, dikonfirmasi mengatakan, benar caleg dari PKB atas nama Pauzan memberitahu bahwa baliho yang terpasang di Mangun Jayo dirusak oleh Oknum tidak bertanggung jawab.

Kata Kurnia, bila ada saksi yang melihat kejadian pengrusakan baliho tersebut maka, laporan caleg akan kita proses sampai tuntas. Sekarang pihak yang dirugikan baru melapor secara lisan belum ada saksi yang jelas melihat siapa yang merusaknya.

“Kami himbau kepada semua masyarakat, agar menjaga keamanan dan ketertiban serta turut mensukseskan Pileg dan Pilpres 17 April 2019 nanti. Jadi diharapkan tak ada lagi kejadian seperti ini, yang bisa merugikan satu sama lain,” ungkap Kurnia.

Terpisah, Ketua DPC PKB Bungo, Syaiful Bahri saat dikonfirmasi, dirinya membenarkan bahwa salah satu baliho caleg dari PKB di Mangun Jayo telah dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Sebut Syaiful, tindakan yang dilakukan itu, adalah salah karena itu, cukup sekali ini saja terjadi. Bila terulang hingga berkali-kali maka kedepan ketuan maka bisa diproses secara hukum yang berlaku.

“Saya berharap kejadian seperti ini, tidak terulang lagi karena kita ingin pemilu tahun 2019 nanti, aman, damai dan sejuk. Jadi tidak ada saling ejek dan saling merusak, sehingga pileg kedepan bisa sukses,” ujarnya. (zek)

ADVERTISEMENT






Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*