Kaya Kenapa Harus Sombong? Itukan Hanya Titipan

Dibaca: 122 kali

Pernahkah kalian berfikir bahwa mempunyai banyak harta itu membawa kebahagiaan dan kenikmatan. Saat ini banyak di antara kita yang sombong dengan apa yang di milikinya.

Mereka bangga dengan harta, pangkat jabatan, rumah, gelar, kendaraan dan lain-lain. pernahkah kita berfikir bahwa semua itu bukan milik kita?

Sesungguhnya apa-apa yang kita punya sekarang hanyalah titipan dari Allah SWT. Sungguh konyol jika kita merasa terhormat oleh bungkus.

Sedangkan terhadap isinya kita abaikan. Tidak kah kita sadar bahwa semua itu hanyalah titipan dari Allah SWT, bahkan kita hidup di dunia ini hanya nebeng saja, dan alam semesta ini mutlak milik Allah SWT.

Lantas apa yang kita sombongkan sekarang? tidak ada sedikitpun yang bisa kita sombongkan. itu hanyalah titipan dan bisa di ambil oleh Allah SWT kapan saja.

Sikap sombong biasanya ditujukan seseorang karena dia merasa memiliki sesuatu yang lebih dan tidak di miliki orang lain. Padahal diluar sana masih banyak yang lebih dari pada dirinya. Seperti kisah Qarun dimasa Nabi Musa a.s. (Q.S. Al-Qasash : 76-83; Al-Ankabut: 39-40).

Sombong dalam islam adalah penyakit yang bisa melanda seluruh lapisan masyarakat, dari yang kaya sampai yang miskin, dari alim sampai yang bodoh, yang muslim maupun non muslim,dan lain-lainnya. Sombong adalah watak utama dari iblis, sebagaimana yang diterangkan dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an.

Menurut etimologi, harta adalah sesuatu yang dibutuhkan dan diperoleh manusia,tumbuh-tumbuhan, maupun yang tidak tampak, yakni manfaat seperti kendaraan, pakaian, dan tempat tinggal.

Menurut pendapat Hanafiyah, harta adalah segala sesuatu yang dapat diambil, disimpan, dan dapat dimanfaatkan.

Sedangkan menurut para ulama fikih berpendapat bahwa al-maal adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan ada kewajiban untuk menanggung atau mengganti bagi orang yang merusaknya. Sebab-sebab kesombongan biasanya di karenakan

Kekayaan kekayaan atau harta seringkali membuat orang lupa sehingga rasa sombong itu muncul dari dirinya.

Mereka merasa memiliki harta yang lebih, yang membuat mereka merasa mampu melakukan apa saja yang mereka inginkan, seperti party, belanja, senang-senang dan lain-lain.

Kepandaian meskipun kepandaian sangat penting dan dapat membawa manfaat, tetapi jika di salah gunakan menjadi kesombongan maka itu bukan lah yang dapat di benarkan. Kepandaian juga terkadang dapat menjadi alasan seseorang untuk menjadi sombong.

Mereka merasa pandai dan orang lain di sekelilingnya tidak tau apa-apa sehingga dia merasa paling pandai, paling benar, dan paling tau segalanya.

Padahal kepandaian itu bukan digunakan untuk kesombongan tetapi untuk bekal hidup agar memberi manfaat.

Ketampanan atau kecantikan
Memiliki wajah tampan dan cantik adalah suatu nikmat atau anugerah dari Allah SWT, namun seseorang terkadang menjadi ujub atau membanggakan dirinya karena kelebihan fisiknya.

Padahal kecantikan atau ketampanan yang mereka punya tidak selamanya akan seperti itu semakin tua maka wajah juga akan semakin tua dan tidak cantik dan tampan lagi.

Harta dan kesombongan adalah suatu hal yang sangat berhubungan, karena memang tabiatnya manusia jika memiliki harta mereka akan sombong kecuali orang-orang yang melaksanakan sholat.

Sebagaimana yang disebutkan dalam surah [Al-Ma’arij:19:20:21]. Dalam islam diajarkan untuk membagi harta kita seperti bersedakah / zakat. Orang berzakat dan bersedekah akan ditambahkan rezeki padanya oleh Allah SWT.

Dalam firman Allah surah [At-Taubah :103] yang bunyinya “ambilah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka.

Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah maha mendengar, maha mengetahui”. Dijelaskan bahwa seseorang yang berzakat itu akan membersihkan atau mensucikan dirinya dan hartanya.

Tidak akan kurang harta yang kita punya jika disedekahkan karena harta yang sesungguhnya adalah harta yang diinfakkan. Harta untuk tabungan ke surganya Allah.

Gunakanlah harta untuk beribadah kepada Allah, bukan hanya berfoya-foya memikirkan kesenangan dunia yang fana. Hidup didunia hanya sementara, dan kehidupan yang kekal adalah di akhirat.

Manfaatkan harta sebaik mungkin untuk menambah bekal kita ke surga. Harta bukan untuk disombongkan karena dengan kesombongan itu dapat membuat Allah murka.

Dan apa akibatnya? Bisa saja harta yang kita miliki saat ini hilang dalam sekejap jika Allah mau. Ingatlah bahwa harta yang kita punya hanya titipan dari Allah.

Harta yang kita miliki saat ini, sebagian adalah milik orang-orang yang membutuhkan. Tidak ada yang perlu disombongkan karena semuanya hanya titipan dari Allah semata.

Oleh Faisal Wijaya, Fatkur Muhlis, Andini Alma Dita, Mayang Oktaviani Malik Putri, Mey Sundari.
Mahasiswa/i Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Jambi

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT