Momentum HUT PGRI ke-72, Guru Harus Bisa Digugu dan Ditiru

Dibaca: 462 kali

SIDAKPOST.ID,TEBO – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-72 seluruh guru di tanah air bisa lebih menjadi panutan dan tenaga pendidik yang selalu dicintai oleh semua orang.

Bukan sebaliknya, guru malahan menjadi sorotan publik akibat prilakunya menyimpang dari kode etik guru itu sediri. Guru harus bisa digugu dan ditiru.

Hal tersebut dikatakan oleh Andiyan Antono saat gelar Syukuran Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-72, yang dilaksanakan di MTs Darurrahman Kabupten Tebo Desa Perintis Kecamaatan Rimbo Bujang, Sabtu (25/11/2017).

Andian Antono kepada sidakpost.id, mengatakan tugas profesi seorang guru atau pendidik sangat berat tetapi sangat mulia, dalam mencetak kecerdasan kehidupan generasi anak bangsa.

Oleh sebab itu, Guru dituntut profesional dan proforsionalnya dalam dunia pendidikan, dengan demikian Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dan sebagai pelita dalam gelap gulita, tak akan luntur sepanjang zaman.

”Mengambil momentum Hari Guru dan HUT PGRI Ke 72, marilah para guru teman seprofesi kita tegakkan kode etik guru untuk menjadi tauladan generasi anak bangsa,” tuturnya.

Syukuran kali ini, diawali dengan Upacara peringatan Hari Guru nasional dan HUT PGRI Ke 72. Bertindak sebagai petugas Upacara semua guru yang ada di MTs Darurrahman.

Sementara, Jambari Kepsek Mts Darurrahman Tebo mengatakan, sedapat mungkin harus dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalitas para guru sehingga akan dapat mengasilkan siswa-siswi yang berprestasi secara akademis.

” Guru merukan harapan banyak orang, karena lewat guru inilah seseorang bisa menjadi orang suskes terdidik dan berbakti kepada nusa dan bangsa. Oleh karena itu, mempunyai wawasan nasional dan internasional, serta memiliki kompetensi yang dapat dipakai untuk bersaing di dunia global,” tukasnya. (asa)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT