Banyak Ikan Mati di Sungai Jujuhan, Diduga Tercemar Limbah Perusahaan

Dibaca: 666 kali
Kondisi Air Sungai Batang Jujuhan diduga tercemar limbah PT

SIDAKPOST.ID, BUNGO –  Diduga kuat sungai batang jujuhan, Kabupaten Bungo tercemar oleh limbah perusahaan sekira pukul 09.00 Wib, Jumat (25/06/2021) tadi.

Informasi diperoleh, limbah tersebut tidak hanya mencemari sungai batang jujuhan akan tetapi, ikan juga banyak yang mati. Hasil jepretan camera dari masyarakat terlihat jelas ikan banyak yang mati.

Ketua BPD Rantau Panjang, M Jupri saat dikonfirmasi, Junat (25/6) malam dirinya menyebutkan, kalau sungai jujuhan ini diduga kuat tercemar oleh limbah pabrik. Ia juga tak mengetahui asal limbah tersebut.

“Kejadian seperti ini sering terjadi, tapi momen warga untuk mendapat foto saat limbah mencemari sungai susah. Tapi pada hari ini, warga dapat memotret kondisi air sungai jujuhan yang tercemar limbah ,”ungkap Jufri.

Dikatakan Jufri, dugaan kuat limbah ini, berasal dari sungai kecil di Tukum II dan mengalir ke sungai batang Jujuhan. Itu sudah sering terjadi, selaku ketua BPD tentu pihaknya berharap agar tidak ada lagi kejadian seperti ini kedepan.

“Kasian masyarakat yang memanfaatkan air sungai. Baik untuk mandi dan untuk keperluan lain. Bila sungai tercemar ikan mati, gimana lagi masyarakat ingin mencari ikan sumber kehidupan sudah tercemar seperti ini,”tuturnya.

Hal senada disampaikan wargainisial RA mengatakan, kalau kejadian seperti ini sudah sering. Secara pasti tak diketahui limbah berasal dari perusahaan mana. Intinya itu pasti lah dari limbah pabrik Ini bukan yang pertama kali terjadi disini.

“Tolong lah pemangku kepentingan lihat kondisi di lapangan. Kalau sudah seperti ini, yang dirugikan juga masyatakat. Jadi kami berharap agar permsalahan limbah ini diperhatikan secara serius. Kami tak melarang aktivitas Perusahaan namun masalah limbah juga dipikirkan,”ungkap RA.

Terpisah, Kabid Konserpasi Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup Bungo, Alfin dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapat kabar pukul 14.00 Wib siang tadi langsung turun melakukan kroscek ke lapangan. Setelah di cek air sungai normal.

“Memang kata warga, kejadian tadi pagi air sungai diduga tercamar oleh limbah pabrik. Tapi sejauh ini belum tahu pasti, karena tidak tahu sumber jelas. Kejadian air sungai tercemar hanya tiga Jam saja, setelah itu normal kembali,” kata Alfin.

Bahkan kata Alfin, pihaknya hingga malam ini masih berada di Jujuhan usai mengecek langsung kondisi air sungai tadi sore. Secara pasti belum dikatahui apakah benar dari limbah perusahaan sawit atau dari limbah lain.

“Kami sangat berharap bila terulang lagi kejadian serupa maka diminta Rio dan masyarakat cepat lapor ke kami biar langsung kami cek cepat. Karena jarak dari Bungo kesini jauh,”tutupnya. (zek)

ADVERTISEMENT