Terkait Aksi Brutal Eka Cs Terduga Teroris, Ini Pernyataan Tegas PD Muhammadiyah Bungo

Dibaca: 704 kali
Perserikatan PD Muhammadiyah Kab. Bungo Gelar Jumpa Pers Terkait Isu Miring Keterlibatan Muhammadiyah Dalam Aksi Yang Dilakukan Eka Cs Pembakaran Mapolres Dharmasraya.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Bungo, angkat bicara terkait perbuatan yang dilakukan oleh Eka Cs beberapa waktu lalu. Keterlibatan Eka Cs terduga teroris yang membakar Mapolres Dharmasraya Sumbar.

Informasi yang berkembang bahwa, Eka pernah belajar memanah dan ikut pengajian di Masjid Al-Furqon Muhammadiyah Kabupaten Bungo. Untuk menepis isu miring tersebut, pihak dari Muhammadiyah menggelar Jumpa Pers dengan awak media, Jumat (24/11/2017).

Dalam kesempatan itu juga, Ustadz Mansub Ghozali saat jumpa pers mengatakan, atas nama peserikatan PD Muahammadiyah Bungo mengutuk keras segala tindakan tindakan yang dilakukan terduga teroris Eka Cs yang telah membakar Mapolres Dharmasraya.

“Secara tegas kami sampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat bungo bahwa, perserikatan PD Muhammadiyah Bungo, tidak ada kaitannya dengan aksi terduga teroris yang dilakukan Eka Cs beberapa waktu lalu,” ujar Juru bicara PD Muhammadiyah Bungo, Ustasz Mansub Ghozali.

Menurutnya, memang Eka pernah menjadi jamaah di Masjid Al-Furqon, namun dia selalu bertentangan dengan para jamaah yang ada di Masjid Al-Furqon. Karena sudah sering beliu diberi peringatan, akan tetapi dia bersikukuh dengan ajaran yang dia pakai tentang jihad.

“Peserikatan PD Muahammadiyah Bungo tidak pernah mengajarkan ajaran yang nenyimpang, bahkan kami memita kepada Kapolres Bungo untuk mengusut tuntas jaringan teroris yang ada di wilayah indonesia terkhusu Kabupaten Bungo,” ungkap Mansub Ghozali.

Dengan tegas Ustadz Mansub mengatakan bahwa, peserikatan PD Muhammaduyah Bungo menhimbau kepada sekuruh Peserikatan PD Muhamaadiyah agar lebih berhati-hati terhadap jaringan teroris. Apabila ada gerakan yang yang mencurigakan segera laporkan kepada pihak yang berwajib.

“Dulu Eka pernah bergabung menjadi jamaah PD Muhammadiyah, akan tetapi sejak April 2017, dia tidak lagi tercatat sebagai jamaah PD Muhammadiyah Bungo. Karena Eka selalu bertentangan dengan kami, bahkan dia pernah mau beribut dengan jamaah kami yang ada disini,” ungkapnya lagi.

Terkait tempat berlatih memanah yang ada di belakang Masjid Al-Furqon dengan tegas pihaknya mengatakan, bahwa tempat tersebut merupakan sarana olahraga bagi mahasiswa Kampus STKIP Muhammadiyah.

“Dan kami tidak pernah mengajarkan hal yang tidak baik. Karena lokasi memanah itu, diwaktu libur juga dipakai oleh para jamaah kami, itupun hanya sarana untuk berolah raga bukan untuk yang lain,” pungkasnya. (zek)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT