Bupati Bungo Sampaikan Rancangan KUA dan PPAS APBD 2024

Bupati Bungo dan Wabup saat menyerahkan dokumen rancangan KUA dan PPAS. Foto : sidakpost.id/Julian. Biro Bungo.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bungo menggelar Rapat paripurna dalam rangka penyampaian rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2024, Senin (24/7/2023).

Rapat ini dipimpin langsung Ketua DPRD Bungo, Jumari Ari Wardoyo. Turut hadir, Bupati Bungo H Mashuri, Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto, Sekda Mursidi, Unsur Forkopimda, para kepala Opd, Camat, anggota DPRD dan undangan lainnya.

Bupati Mashuri mengatakan penyusunan rancangan KUA dan PPAS tahun anggaran 2024 disusun berpedoman pada RKPD. Berbagai kebutuhan belanja dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Berbagai program, kegiatan pembangunan daerah serta pelayanan publik tertuang dalam RKPD. Selanjutnya diformulasikan lebih lanjut kedalam rancangan KUA dan PPAS,” papar Mashuri.

Dijelaskan, mengingat kemampuan pendanaan tahun anggaran 2024 masih terbatas, namun kewajiban penganggaran belanja daerah makin meningkat, maka tidak seluruh kegiatan dalam RKPD 2024 ditampung dalam rancangan KUA dan PPAS Tahun anggaran 2024.

Meski demikian, pemerintah daerah dalam hal ini TAPD telah berupaya secara optimal agar keselarasan perencanaan pembangunan dapat tetap terjaga.

Secara umum dapat kami sampaikan ringkasan perkiraan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah pada rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 sebagai berikut

1. Pendapatan daerah diperkirakan sebesar Rp1,183 triliun lebih terdiri dari ; Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp150 miliyar lebih.

Pendapatan transfer sebesar Rp1,007 triliun lebih. dan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp25,6 miliyar lebih.

2. Belanja Daerah dialokasikan sebesar Rp1,292 triliun lebih.

3. Pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan berupa perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp118,85 miliyar lebih.

Pengeluaran pembiayaan dialokasikan untuk penyertaan modal daerah pada Bank Jambi sebesar Rp9,048 miliyar lebih.

Perkiraan pendapatan daerah tersebut secara garis besar masih mengacu pada pagu tahun 2023 dalam APBD induk, terutama pendapatan transfer bersifat umum. Hal ini dikarenakan pagu Tahun Anggaran 2024 belum diperoleh.

“Sedangkan pendapatan transfer bersifat khusus untuk sementara sebagian belum dianggarkan dikarenakan hal yang sama, selanjutnya untuk pad didasarkan pada estimasi perhitungan potensi yang ada,” katanya.

Sementara itu, secara umum belanja daerah menggunakan asumsi tahun sebelumnya dengan beberapa penyesuaian berkaitan dengan agenda pemerintahan dan rencana pembangunan di tahun 2024.

Rincian lebih lanjut atas perkiraan pendapatan daerah dan perkiraan belanja daerah untuk setiap OPD sebagaimana termuat dalam rancangan KUA dan PPAS, akan dipaparkan lebih lanjut di saat pembahasan bersama antara TAPD, Banggar DPRD dengan OPD sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bungo yang telah mengagenda ke Rapat paripurna ini.

“Semoga rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 dapat segera dibahas sehingga dapat disepakati bersama dalam suatu nota kesepakatan tentang KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 sesuai jadwal,” tutupnya. (Jul)