Yuk Hadirkan Malam Puisi Kota Lintas

Melibatkan Pelaku Sastra dan Seni Dari Berbagai Latar Belakang

Dibaca: 170 kali

SIDAKPOST.ID,BUNGO – Komunitas Seniman Bungo, menyelenggarakan Malam Puisi Kota Linyas pada Jumat (27/4) nanti. Avara ini berangkat dari keprihatinan minimnya wadah untuk apresiasi seni dalam bidang apa pun.

Ramoun Apta selaku ketua umum KSB mengatakan acara ini bertujuan untuk mewadahi apresiasi seni, khususnya seni puisi di Kabupaten Bungo.

Ramoun mengatakan acara ini berangkat dari keprihatinan minimnya wadah apresiasi seni. “Wadah¬†apresiasi di kota Muarabungo memang belum seperti di daerah lain, seperti di Padang misalnya. Padang itu banyak sekali komunitas-komunitas seni yang lahir dan dibesarkan dengan cara swadaya,” katanya.

“Anak-anak muda di sana bahu membahu menggerakkan pergelaran seni dan menjadikannya sebagai wadah apresiasi. Sementara di Bungo bisa dikatakan jauh ketinggalan. Cuma ada beberapa komunitas seni yang ada di sini yang secara militan membangun kegiatan seni untuk kemudian dipertunjukan bagi masyarakat,” katanya.

Ramoun mengatakan dirinya sangat apresiasi terhadap komunitas-komunitas seni yang ada di kota Bungo yang tidak banyak. “Namun dengan jumlah yang sedikit itu rasanya belum cukup,” katanya.

“Kita membutuhkan suatu program kerja bersama untuk membuat sebuah pergelaran yang lebih besar. Dan KSB bercita-cita untuk itu. Perlu ditekankan di sini bahwa KSB lahir bukan untuk menjadi pahlawan bertopeng dan mengambil alih kuasa seni yang ada di Bungo,” tambahnya.

Ramoun mengatakan KSB memang murni bertujuan untuk menjadi wadah seni bagi para pecinta seni yang ada di kabupaten bungo dan sekaligus sebagai media untuk menumbuhkan generasi-generasi muda pecinta seni agar dapat ikut berkontribusi.

“Sebab KSB menganggap seni bukan hanya untuk mendapatkan kenikmatan semata, melainkan juga sebagai media pembelajaran yang baik, pendidikan karakter,” katanya.

Ramoun mengatakan konsep acara ini memgedepankan seni puisi. “Acara ini dikonsep dengan menjadikan puisi sebagai instrumen utama dalam penampilan. Kalaupun ada cabang seni yang lain, itu sifatnya kolaboratif,” ujarnya.

Malam Puisi Kota Lintas kemudian mengambil tema Perempuan Puisi Puisi Perempuan. Ramoun mengatakan tema ini diambil katna berdekatan dengan bulan April yanh dikenal sebagai bulan Kartini.

“Lebih jauh dari itu, juga sebagai upaya untuk memacu semangat para perempuan kita untuk ikut serta terlibat dalam dunia tulis menulis yang hari ini didominasi oleh lelaki,” ujarnya.

Dalam acara ini dihadirkan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, tari kontemporer, dramatisasi puisi dan ada pula bincang penulis. “Diskusi tentang kepenulisan dan perempuan, kita juga mengundang Feerlie Moonthana selaku penulis Bungo untuk berbincang,” kata Ramoun.

Diaenambahkan acara ini adalah acara KSB pertama pada tahun 2018. “Acara malam puisi ini juga sekaligus sebagai perayaan atas legalnya KSB secara hukum,” katanya.

Malam Puisi Kota Lintas akan diselenggarakan di Taman Kuliner Muara Bungo. “Dimulai pukul 19.30,” katanya.

Dia menambahkan anggota Komunitas seniman bungo, para penyair, para seniman muda kabupaten bungo, anak-anak sekolah, guru, serta komunitas2 yang berada di luar kabupaten bungo seperti penyair Asro Almurtawi dari Merangin, penyair dari Jambi dan lain-lain. (zek)

ADVERTISEMENT


1 Komentar

  1. Alhamdulilah akhirnya KSB sudah syah secara hukum, semoga kedepan akan lebih sukses lagi, saya ikut bahagia juka di Bungo satra mulai bergeliat lagi, salam kenal saya dari rimbo bujang,sayangnya di tempat saya belum ada wadah seperti KSB, sukses selalu, saya biasanya hanya nulis di fB

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*