Jamu Gendong Banyak Peminatnya, Kendatipun Ditengah Pandemi

SIDAKPOST.ID, TEBO – Penjual jamu tradisional atau jamu gendong masih terus eksis dan bertahan ditengah pandemi Covid-19 menyerang hingga sampai sekarang ini, seperti fenomena dipagi hari bisa ditemui sejumlah penjual jamu gendong yang mangkal disepeturan Pasar Sarinah Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.

Mbak Tuminem salah satu penjual jamu gendong asal jalan KH Ahmad Dahlan Wirotho Agung, yang setiap pagi hari mangkal tak jauh dari POS TPR pintu masuk Pasar Sarinah saat dibincangi sidakpost.id menuturkan, bahwa dirinya menekuni usaha jamu tradisional gendong sudah puluhan tahun yaitu sejak tahun 1999 yang silam.

Baca Juga :  Ucapan Terima Kasih Kepala Desa untuk Satgas TMMD Kodim 0416/Bute

” Bahan baku jamu tradisional ini kita beli dari orang seperti Kencur, jahe merah, kunyit, temu lawak, jeruk nipis, dan masih banyak yang lainnya, “beber Mbak Tuminem, Senin (24/01/2022).

Pada saat maraknya Covid, sebut Mbak
Tuminem, dirinya mengakui pendapatan jual jamunya agak berkurang walaupun pelanggan masih terus meminati jamu gendongnya. Sejak Covid di Kabupaten Tebo melandai turun, kembali pembeli jadi ramai lagi.

Baca Juga :  Komunitas Kawat Terbentuk di Tebo, Ini Susunan Pengurus

“Menurut pelanggan yang badannya terasa pegal-pegal dan lainnya kurang sehat, setelah minum jamu tradisional ini kondisi badan pulih dan segar. Kalau soal rezeki, Alhamdulilah cukup lumayan dari hasil jual jamu,” tutup Mbak Tuminem, dengan wajah penuh Sumringah. (asa)