Digitalisasi Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Dibaca: 168 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pandemi virus corona (COVID-19) juga berimbas kepada UMKM yang ada di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Dinas UKM, Koperasi dan Perindag Bungo mencatat 45 % penurunan omset selama masa pandemi ini.

Tak hanya itu, lebih dari 30% usaha mikro kecil ini sudah mengurangi tenaga kerjanya. Padahal dari UMKM punya peran besar memulihkan ekonomi di indonesia, khususnya di Kabupaten Bungo dari dampak pandemi covid-19. Karena itu, pemulihan bisnis UMKM menjadi penting lewat digitalisasi.

Akan tetapi kesadaran dari masyarakat sendiri terutama Emak-emak yang melaksanakan usaha mikro kecil mereka masih memilih cara promosi masi cara lama. Dengan penyebaran informasi masih dibantu dinas UKM, Koperasi dan Perindag Kabupaten Bungo.

Salah seorang pelaku usaha mikro kecil bergerak di bidang Kuliner, Ana Fitriani menyebutkan pada masa pandemi covid-19, sangat berdampak pada omset yang diperoleh. Tak hanya itu, karyawan juga sebelumnya berjumlah 5 orang, namun kini hanya 2 orang saja. Usaha yang dijalankan tidak lepas dari promasi atau pemasaran lewat digital.

“Di masa pandemi kami memanfaatkan sarana promosi tersebut lewat media sosial. Seperti, IG, WhatsApp, Facebook. Meski omset menurun tapi usaha masih bisa dilaksanakan dj masa pandemi seperti sekarang. Usaha kuliner yang kita lakukan memang omset yang diperoleh tergantung dari musimnya,” kata Ana seorang ibu rumah tangga.

Dikatakannya, sebelum ini promosi usaha kuliner yang dia geluti itu, masih lewat informasi orang per orang dan juga teman-teman dekat. Setelah dipikir-pikir, ia baru merasakan bahwa digitalisasi sangat membantu saat wabah pandemi covid-19.

Karena menurut dia, sarana yang tepat sebagai promosi usaha, karena selama pandemi tetap mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan
covid-19. Dengan cara itu, usaha tetap jalan dan omset tetap bisa diperoleh meski tidak seperti sebum-sebelumnya.

“Kalau usaha kuliner yang sudah saya jalankan ini kurang lebih 7 Tahun, apalagi usaha kuliner kue-kue tentu ada hari-hari tertentu yang pesanannya banyak. Seperti hari besar isalam, idul fitri, idul adaha dan momen lain. Karena sifatnya pesanan jadi, berapa banyak pesanan tetap kita penuhi,” cetus Ana.

Sementara itu, Yurnita Kabid Koperasi UKM, Dinas UKM, Koperasi dan Perindag Kabupaten Bungo mengatakan, sejak pandemi banyak dari pelaku usaha kecik mikro yang mengeluh terkait modal usaha. Tapi melalui BPUM pelaku usaha kecil mikro bisa dibantu tambahan modal usaha.

“Pelaku UKM yang telah melengkapi syarat maka mereka mendapat bantuan Rp 2.4 juta rupiah. BPUM adalah bantuan pemerintah dalam bentuk uang yang diberikan kepada pelaku usaha mikro yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,” kata Yunita.

Lanjut Yurnita, kalau untuk digitalisasi dominan itu dilakukan oleh pelaku usaha milenial, kalaun bagi Emak-emak yang sudah tua. Promosi usahanya masih dibantu lewat Dinas UKM, Koperasi dan Perindag. “Namun, pihaknya tetap mendoronga agar semua pelaku usaha menggunakan sarana digitalisasi untuk promosi usaha mereka, ” kata Yurnita. (zek)

ADVERTISEMENT