Musyawarah Kelompok Tani Benakat Sudah Ada Titik Terang

Dibaca: 134 kali

SIDAKPOST.ID, MUARA ENIM – Pemerintahan Kecamatan Benakat mengadakan Musyawarah dengan beberapa masyarakat Musywarah itu ,Perihal adanya dugaan kelompok tani di kecamatan Benakat setalah beberapa minggu akhirnya menemukan titik terang setalah musyawarah beberapa desa di kecamatan benakat di lakukan rabu,(22/09/21)

Hasibullah Yusuf SH Camat Benakat menjelaskan mendapatkan laporan dari teman-teman LSM (lembaga suwadaya masyarakat ) dalam Rangkah ini bahasa mereka adanya temuan di rimbah sekampung kecamatan Benakat adanya dugaan kelompok tani yang diduga telah merambah rimbah kampung tersebut,

“Awalnya kami melakukan menindak lanjuti kami lasung terjun perintah dari Kabupaten tanggal 24 Agustus,untuk menindak lanjuti adaanya dugaan kelompok tani dan juga ada pihak luar yang membuka lahan rimbah kampung tersebut,”paparnya.

Ternyata memang benar setelah pihaknya melakukan pengecekan bersama tim dari pihak, Kapolsek, pihak Dandramil, kemudian kami mengudang dari pihak Kapolsek, dan dari pihak Dandramil, baikpun dari kecamatan, dan mengikutkan tokoh adat, tokoh masyarakat, UPTD, MHP, masih belum ada titik temu semntara sekitar tanggal 16 September 2021.

“Kami mendapat keterangan dengan menambah toko-toko masyarakat yang lebih tau dengan rimbah sekampung itu,
Di dapatkah bahwa memang yang mengatas namakan oknum kelompok tani,”katanya.

Memang benar masuk ke rimbah sekapung, dan terakhir segala macam kesepatakan hari ini kami memutuskan dan ternyata pihak yg bersangkutan siap dengan pernyataan untuk keluar dari kelompok tani dalam satu Minggu ini,

Helmi Selaku kepala desa pagar jati menjeleskan,kita sudah beberapa kali rapat musyawarah antara kecamatan desa dan ketua adat kecermatan,dan kepala desa kecamatan Benakat, BPD kecamatan Benakat.

Menindak lanjut permasalahan lahan kelompok tani,mandiri muara Benakat yang akan bercocok tanam di lahan perusahaan yang sudah habis masa HGUnya.

Namun pihaknya, selaku warga desa mendorong masyarakat pagar jati, pada umumnya yang berkeinginan untuk berkebun dan menanam usaha sawit, dan tanaman lain.

“Dikarenakan warga desa pagar jati ini adalah salah satu penduduk delapan puluh persen mayoritas petani jelas,” Helmi Selaku kepala desa pagar Jati.

Edy tumenggun toko adat mengatakan, berserta masyarakat Benakat mengatakan agar pemberintah pusat baikpun provinsi dan daerah segara memperpasilitasi terus dapat.

“Kedepan untuk mengakui hutan adat itu,hutan adat kami untuk kesejataran masyarkat benakat,” jelasnya. (aji)

ADVERTISEMENT