Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemkab Kerinci Bentuk Gugus Tugas

Dibaca: 296 kali

SIDAKPOST.ID, KERINCI– Antisipasi Penyebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Senin (23/3/2020) membentuk Gugus tugas Covid 19.

Hadir dalam pembentukan Gugus Tugas Covid 19 tersebut, Bupati Kerinci Adirozal, Wabup Kerinci, Sekda Kerinci dan sejumlah Pejabat dilingkup Pemkab Kerinci serta pihak RSU MHA Thalib Kerinci. Pembentukan gugus tugas Covid 19 bertujuan untuk berusaha mengantisipasi Covid 19. Gugus Tugas Covid 19 dibentuk dengan diketuai Sekda Kerinci.

“Nantinya bidang yang telah dibentuk agar menyampaikan laporan rutin kepada wakil ketua dan ketua, agar segera diantisipasi,”ungkap Sekda Kerinci, Gazdinul Gazam.

Bupati Kerinci, H Adi Rozal dalam sambutannya menjelaskan pembentukan gugus tugss Covid 19 sangat bermanfaat, namun yang tidak kalah penting adalah memperbanyak sosialisasi, serta memberikan edukasi tentang Covid 19.

“Ajak semua masyarakat mulai dari desa hingga siswa sekolah bisa memahami Virus Corona, termasuk untuk memberikan edukasi, agar para siswa tidak terkena psikonya,”terangnya.

Ditambahkannya, Gugus telah di SK kan ini rapat akhir pemkab Kerinci, sudah saatnya pihak harus bergerak cepat. Selain itu, ruang isolasi sudah siap di RSUD MHAT Kerinci, agar nantinya ada kasus bisa ditangani.

“Ke Kadis Kesehatan sudah saya sampaikan, kalau bisa ruang isolasi ada di Puskesmas, paling tidak bagi pasien dalam pemantauan. Selain itu alat perlengkapannya yang panas, agar bisa dipasangi AC,”terangnya.

Kedepannya, lanjutnya dirinya meminta kepada Sekda Kerinci untuk berkoordinasi dengan Pemkot Sungai Penuh, mencari Puskesmas mana yang bisa dimanfaatkan untuk ruang isolasi agar bisa bekerjasama.

“Mereka memiliki dokter, tidak mungkin Kerinci saja yang buat gugus. untuk ini kita bekerja sama, saya minta Pak sekda segera koordinasikan,”jelasnya.

Dijelaskannya, Pemerintah Pusat telah mengintruksikan agar dana yang ada boleh dialihkan, tapi jangan sampai menyalahi aturan. Contohny seperti alat pelindung diri, jangan sampai tumpang tindih pemamfaatan anggaran.

“Siapa yang mengadakan, siapa yang punya anggaran dan perlu diawasi. agar tidak tersangkut maslaah hukum nantinya,”jelasnya. (dnl)

ADVERTISEMENT