BKKBN Gandeng BKL Gelar Orientasi 7 Dimensi Lansia Tangguh

Dibaca: 213 kali
BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi Gelar Oreantasi 7Demensi Lansia Tangguh di Shang Ratu Hotel/Foto : sidakpost.id (ratna)

SIDAKPOST.ID, JAMBI –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi gelar Orientasi 7 Dimensi lansia tangguh dan pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia melalui kader kelompok BKL di Shang Ratu Hotel, Selasa (22/02/2022).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Munawar Ibrahim, Koordinator Bidang KS/PK perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Dra. Sri Banun Saragih, berserta para jajaran dan seluruh peserta. Kegiatan berlangsung selama empat hari sejak tanggal 22-26 Februari, kegiatan akan dilakukan dengan empat angkatan.

BKKBN Provinsi Foto Bersama Usai Acara

Adapun angkatan pertama adalah dari Kabupaten Kerinci dan Merangin, kedua Kabupaten Sarolangun dan Muaro Jambi, ketiga Kabupaten Batang Hari, Bungo dan kota Jambi, ke empat Kabupaten Tanjabtim, Tanjabbar, sungai Penuh dan kabupaten Tebo dengan jumlah keseluruhan 220 kader BKL.

Dengan pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dinas Sosial Provinsi Jambi, HIMPSI dan Sub – Koordinator Bidang KS/PK BKKBN provinsi Jambi.

Munawar Ibrahim menyampaikan, menurut SP 2010 dan SUPAS 2015, bahwa lansia, mengalami penurunan kemampuan fungsional mengakibatkan disabilitas atau rentan.

“Saat ini sekitar 30 persen lansia mengalami disabilitas dari yang ringan sampai berat, meskipun yang berat hanya 10 persen namun, tetap saja memerlukan perawatan jangka panjang (PJP), long term care (LTC),”katanya.

Dikatakan, pendampingan perawatan jangka panjang merupakan bagian implementasi BKKBN, memperkaya materi pembinaan ketahanan keluarga lansia dan rentan.

Sebagaimana diatur dalam UU No. 52 tahun 2009 pasal 48 ayat (1) huruf c tentang peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap Produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat.

“Pada hurup d tentang pemberdayaan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainya,”ujarnya.

Bahkan kata Munawar, terlebih pada masa pandemi covid -19 sekarang ini, who menyatakan kelompok usia yang paling rentan terpapar covid-19.

Hal ini karena melemahnya fungsi imun serta adanya penyakit degeneratif. Oleh karena itulah, dibutuhkan dukungan sosial terlebih keluarga.

“Pada tahun ini, kelanjutusiaan ini masih merupakan proyek utama nasional dalam penanggulangan kemiskinan. Mengingat pentingnya pertemuan hari ini saya berharap semua peserta dapat Mengimplementasikan pada kelompok bina keluarga lansia di masing-masing wilayah terutama kader BKL Proyek Prioritas Nasional tahun 2022,”tutup Munawar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr. MHD. Ferry Kusnadi mengatakan, hari ini memaparkan kesehatan lansia dan perawatan bagi lansia yang membutuhkan jangka panjang.

“Semakin tinggi harapan hidup dan derajat kesehatan, maka orang yang akan menjadi lansia semakin banyak dan masalah masalah akan mulai timbul ” pungkas Ferry. (adv/rat)

ADVERTISEMENT