Safari Politik Maidani Disambut Antusias Oleh Masyarakat

Tampak Bos Athaya Garden Sapa Warga Dusun Terpencil di Pemunyian, Kec. Limbur Lubuk Mengkuang Bungo, sekaligus berikan bantuan sembako. Foto : sidakpost.id/zakaria

SIDAKPOST.ID, BUNGO –  Bos Athaya Garden Maidani, SE. Semakin gencar safari politik ke wilayah Pelosok dusun (desa) di kabupaten Bungo. Bahkan safari politik ini disambut antusias oleh masyarakat.

Pasalnya, tidak hanya gencar safari politik ke wilayah terpencil di Bungo, pengusaha muda putra bantang Bungo ini, juga sangat peduli dengan kegiatan keagamaan serta membantu sesama yang membutuhkan.

Seperti Athaya Garden Bersholawat yang digelar di taman Athaya di Dusun Baru Senamat, Kecamatan Pelepat. Tampak tumpah ruah masyarakat yang datang dari Bungo bahkan luar Bungo untuk ikut hadir kegiatan Jamaah Muji Rosul (Jamuro).

Terlihat Kegiatan Shalawatan di Taman Athaya Garden Dihadiri oleh jamaah Muji Rosul (Jamuro) dari kab. Bungo dan Luar Bungo. Foto : sidakpost.id/zakaria

“Shalawatan ini sengaja kami gelar, untuk lebih membangun kecintaan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Karena sekarang masuk bulan Rajab, maka ada baiknya kita manfaatkan kegiatan yang positif untuk menambah kecintaan kepada beliau,” ucap Maidani, yang sekarang pembina partai Perindo Bungo.

Dijelaskan, kegiatan shalawatan juga untuk menjadi syiar agama Islam agar seluruh masyarakat tetap gemar Bersholawat kepada nabi Muhammad SAW. Karena bila ingin mendapat syafaat beliau di hari akhir kelak, maka mari perbanyak sholawat.

“Tentu agenda seperti ini ke depan akan terus dilaksanakan baik di Taman Athaya Garden maupun di tempat – tampar lain di wilayah Bungo. Jadi setiap kegiatan positif seperti ini akan saya suport penuh demi syiar agama di tengah masyarakat,” ucap mantan anggota kepolisian ini.

Selain itu, kata Maidani safari politik yang dilaksanakan ini memang sudah menjadi agenda rutin setiap hari. Karena selain bisa bertemu dengan warga Bungo di daerah terpencil, ia juga bisa berbagi sesama.

“Apapun kondisinya, kepedulian terhadap orang lain sudah menjadi kewajiban antar sesama. Karena saya sekarang di titipkan rezeki oleh tuhan yang maha kuasa maka, sudah menjadi kewajiban untuk berbagi sesama,” kata dia.

Bahkan kata Maidani, sekarang ia hanya ingin menyapa warga hingga ke pelosok dusun. Karena menurutnya, masih banyak warga yang sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan maka dari itu, aksi kepedulian seperti ini terus dijalankan.

“Semua yang saya lakukan, biar lah tuhan yang maha kuasa menilainya. Karena bila melakukan sesuatu terlalu banyak mikir – mikir maka, sulit akan terlaksana dengan baik. Jadi selagi badan sehat dan rezeki ada apapun itu akan saya lakukan demi membantu sesama,” tutupnya. (zek)