Petani Karet Tuding, Toke Karet di Pasar Lelang Sengaja Kurangi Takaran

Dibaca: 876 kali
Inilah Suasana di Salah Satu Pasar Lelang Karet di Kabupaten Bungo.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, mulai resah dengan hasil timbangan yang ada di Pasar Lelang Karet, diduga kuat telah ada permainan dari pihak toke yang membeli.

Hal itu diungkapkan Bakar, salah satu petani mengatakan bahwa, dia sangat heran saat dia menjual hasil karet miliknya, timbangan karet yang ada di pasar lelang karet diduga kuat ada permainan dari pihak toke.

Karena kata dia, sebelum hasil karet yang dia jual ke pasar lelang, terlebih dahulu sudah ditimbang menggunakan timbangan yang ada di rumahnya. Selisihnya sangat jauh, kalau hasil timbangan dirumah 100 kilo, namun setalah ditimbang di pasar lelang menurun menjadi 80 kilo beratnya.

“Ini pasti sengaja ada permainan dari toke yang membeli karet di pasar lelang. Karena mereka membeli harga karet kan tinggi di pasar lelang jadi timbangan mereka mainkan. Katanya lelang karet untuk membantu petani, kalau begini bukan membantu tapi mencekik petani,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan, YN yang juga curiga dengan hasil timbangan yang dilakukan oleh toke yang membeli. Karena sebelumnya hasil karet yang dia miliki juga di timbang sebelum dijual ke pasar lelang.Namun, hasilnya sangat jauh selisihnya.

“Ya selisih timbangan itu pasti ada, tapi kalau sudah tidak wajar, bukan selisih lagi namanya. Itu namanya mencekik petani demi keutungan pribadi saja. Jujur karena apa kami menjual hasil karet ke pasar lelang, karena ingin harga yang bersaing. Tapi kalau sudah seperti ini, kondisinya pasar lelang bisa tutup, ” ucapanya.

Terpisah, Ketua Pasar Lelang Karet Kecamatan Tanjung Agung Taufik dikonfirmasi mengatakan apa yang dituding petani karet bahwa toke yang membeli di pasar lelang curang itu tidak benar, karena setiap batu timbangan yang digunakan oleh toke itu, selalu kami periksa keasliannya.

“Seperti kemarin, sebelum toke menawarkan hasil lelang karet yang sudah ada, terlebih dulu batu yang digunakan kami cek terlebih dahalu. Apa banar batu itu asli apa tidak. Kami juga tak ingin petani kecewa,” ucap Taufik.

Sementara, Musa salah satu toke karet pasar lelang karet dikonfirmasi mengatakan, selama ini apa yang dia lalukan sesuai aturan yang ada di pasar lelang, dimana saja pihaknya membeli karet tersebut.

Karena, dia juga ingin hasil yang dia peroleh mendapat hasil yang baik, bukan sebaliknya dari hasil curang. Kalau ada yang bilang bahwa pihaknya curang itu tidak benar.

“Seperti saat kami beli karet di pasar lelang di Semabu Kabupaten Tebo kemarin, sebelumnya batu yang akan digunakan utuk takaran timbangan di cek terlebih dahulu oleh panitia lelang. Hal ini dilakukan agar petani tidak curiga dengan kami, ” pungkas Musa. (zek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT