Wow, IRT di Bungo Daur Ulang Koran Bekas Bisa Menghasilkan Uang

Dibaca: 994 kali
Proses Pembuatan Tas dan Jenis Lainnya, Hasil Dari Daur Ulang Koran Bekas.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Produk daur ulang kertas makin banyak bermunculan. Hal ini membuktikan bahwa jumlah peminat cukup besar. Seperti di Kabupaten Bungo, sudah banyak peminat dari hasil kerajinan tangan dari koran bekas.

Bentuk kerajinan tangan yang dihasilkan sangat beragam seperti topi santai, tas, pot Bunga, kotak perhiasan, tempat buku, dan masih banyak lagi jenis kerajinan yang menghasilkan uang.

Inilah, Koran Bekas Jadi Sebuah Pot Bunga dan Lainnya.

Di tangan Asmaniar (53) warga BTN Kaila I, Rt 30/Rw 07, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo Jambi, kertas koran bekas disulap menjadi topi santai, tas dan masih banyak lagi hasil lainnya.

Asmaniar, tertarik ketika melihat acara di salah satu televisi swasta bahwa seorang pengrajin bahan bekas bisa menghasilkan uang puluhan juta rupiah. Berawal dari situ dia ingin mencoba mendaur ulang koran bekas bisa menghasilkan uang.

Inilah Bahan Koran Bekas Sebelum Menjadi Sebuah Tempat Buku.

“Awalnya saya ingin Coba-coba setelah hasilnya ada, saya akhirnya lebih tertarik untuk membuat koran bekas ini bisa menghasilkan berbagai bentuk kerajinan seperti tas, topi dan masih banyak lagi hasil kerajinan yang sudah kita buat,” kata Asmaniar, saat dibincangi di kediamanya, Jumat (22/12/2017) malam.

Modal awal digunakan kata, Asmaniar tidak banyak hanya bermodal koran bekas sudah bisa menghasilakan berbagai bentuk kerajinan. Untuk mendapatkan koran bekas, dibeli disalah satu kantor Media yang ada di Bungo. Peralatan pelengkap lainnya adalah gunting dan lem.

Hasil kreasinya bermacam-macam, mulai dari topi santai, pot bunga, tempat perhiasan, tong sampah, tempat buku, tad dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Seluruh produksi dijual secara langsung, baik lewat perkumpulan Ibu-ibu Darmawanita Bungo, bahkan istri Pak Kapolres juga sudah pernah beki hasil dari kerajinan yang kami buat,” ungkapnya.

Kerajinan tangan dari koran bekas ini, baru dua minggu dilaksanakan. Untuk menghasilkan berbagai jenis kerajinan, Asmaniar tidak bekerja sendiri, dia dibantu oleh karang Taruna dan IRT yang ada di sekitar rumahnya.

“Dalam satu hari, kami bisa mengasilkan sekitar 40 buah berbagai bentuk kerajinan. Sekarang kami sedang mempersiapkan untuk mengikuti Ulang tahun Dharmawanita di Provinsi Jambi tepatnya Januari 2018 mendatang,” bebernya.

Bahkan kata Asmaniar, harga untuk satuan dari hasil kreasinya cukup beragam, mulai harga Rp 5000 hingga harga Rp 100 ribu. Pihaknya juga berharap kedepan bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Bungo, untuk mengembangkan usaha ketajinan yang sedang Ia geluti itu.

“Kini jumlah anggota yang ikut kerja bersama kelompak kerajinan ini sebanyak 12 orang. Untuk proses pembuatannya tidak terlalu lama, karena anggota kelompok kami bekerja secara bersama-sama. Ya semogga dengan adanya usaha seperti ini, bisa menghasilkan uang bagi ibu rumah tangga dan karang taruna,” tukasnya. (zek)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT