Media Dapat Berperan Bangun Masyarakat Sadar Vaksin

Dibaca: 179 kali
Caption Foto: dr. Safarudin Matondang, Kaban BBPD H. Tobroni Yusuf dan Kadis Kominfo dan Persandian Bungo Zainadi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Peran media sebagai corong informasi kepada masyarakat tak hanya sekedar menyampaikan informasi yang benar dan sahih sesuai fakta. Sebagai pilar keempat demokrasi, media juga dapat memainkan peran aktif memberikan edukasi tentang covid-19 dan soal vaksin serta program vaksinasi.

Program vaksinasi tentu juga sangat didukung oleh informasi yang disampaikan melalui media agar semua pesan sampai kepada masyarakat di Kabupaten Bungo secara khusus. Edukasi media yang gencar dilakukan dengan Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bungo menjadi jelas edukasi dan penangan covid-19 secara luas.

“Media sangat membantu menyampaikan pesan dan edukasi terkait pencegahan wabah pandemi covid-19. Dengan peran media tentu masyarakat akan mengetahui bahwa program vaksinasi yang akan dilaksanakan pemerintah sangat perlu hal itu disebar luaskan melalui edukasi dan peran aktif dari media dan sangat membantu,” ucap Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Bungo, Zainadi.

Juru bicara tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Bungo, dr. Safarudin Matondang peran media dalam program Vaksinasi secara daring tentu membantu penyebaran dan edukasi secara langsung kepada masyarakat dalam percepatan penangan wabah covid-19 di Kabupaten Bungo.

Dikatakan dr Safarudin, setelah vaksin tersebut sudah didistribusikan oleh pemerintah pusat ke daerah maka, akan kita sebarkan kepada media, karena masalah vaksin itu sangat perlu disebar luarkan kepada masyarakat. Karena untuk vaksin ini belum tahu secara jelas berapa jumlahnya itu.

“Kita sipatnya masih menunggu kabar dari pusat kapan didistribusikan. Karena untuk uji klinisnya sudah aman melalui proses tahap pertahap oleh pusat. Kapan waktu akan didistribusikan ke setiap daerah termasuk Kabupaten Bungo. Ini tentu akan kita sampaikan kepada media supaya masyarakat mengetahui terkait progran vaksinasi,” ujar dr. Safarudin Matondang.

Selain melibatkan media, keberhasilan lainnya disebut dr. Safarudin dilakukannya pendekatan secara kultural. Keberagaman latar belakang budaya dan juga tingkat religius masyarakat di Kabupaten Bungo menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk melakukan upaya.

“Untuk membentuk persepsi positif publik, kita akan turun ke bawah, mendatangi tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh kunci. Setelah sosialisasikan kita lakukan pada mereka dan mereka sadar akan pentingnya vaksinasi, maka biasanya mereka menyampaikan ke komunitas masing-masing. Tapi sebelum itu, kita melakukan peningkatan kapasitas terlebih dulu kepada petugas kita sebelum turun ke lapangan,” tutupnya.

Sementara itu, Zakaria, S.Sos.I. Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Jambi mengatakan, keterlibatan media dapat dijadikan sebagai salah satu ujung tombak dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait vaksin.

“Kami yang punya concern, punya visi dan misi sama. Kami ingin membantu masyarakat, mengedukasi sesuatu yang sifatnya positif terkait edukasi program vaksinasi,” ungkap Zakaria.

Dia menambahkan, dalam melakukan sosialisasi media harus memahami karakter masyarakat di masing-masing wilayah di Kabupaten Bungo juga sangat beragam. Tantangan terbesar dihadapi para jurnalis menurutnya adalah memerangi berita hoaks mengenai vaksin.

“Kami lebih memilih membanjiri masyarakat dengan informasi positif, informasi yang benar. Jadi kami tidak mau head to head dengan pembuat hoaks. Kami rasa ketika kami head to head dengan mereka, kami akan mengeluarkan energi yang lebih besar, itu akan sia-sia,” terangnya.

Agar seluruh pemberitaan mengenai vaksin sampai dengan benar ke masyarakat. Jurnalis Online Ibdonesia Provinsi Jambi terus belajar menambah ilmu pemahaman soal imunisasi.

“Sebelum kami memutuskan menyampaikan pesan positif ke masyarakat. Kawan-kawan inilah (jurnalis) dulu yang kita pintarkan. Kita bagi ilmunya sebanyak-banyaknya,” ungkapnya. (zek)

ADVERTISEMENT