Bio Farma Produksi Vaksin Untuk Dunia

Dibaca: 294 kali
Caption Fhoto (istimewa) : Presiden Joko Widodo Meninjau Kesiapan dan Fasilitas Produksi Vaksin BUMN Milik Bio Farma dalam Kinjungn kerja ke Bandung

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Induk dari perusahaan Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma terpilih sebagai salah satu Potential Drug Manufacturer Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) for Covid-19.

Hal tersebut merupakan kelanjutan dari hasil due diligence pada 15 September 2020 lalu yang memberikan penilaian pada aspek sistem produksi vaksin dan mutunya, sistem analitik laboratorium, dan sistem teknologi informasi yang digunakan Bio Farma dalam memproduksi vaksin.

CEPI sendiri merupakan koalisi pemerintah-swasta dan filantropis, yang berpusat di Norwegia, memiliki tujuan untuk mengatasi epidemi, dengan cara mempercepat pengembangan vaksinnya. Salah satu pendiri CEPI, yakni Bill & Melinda Gates Foundation.

CEPI juga bertujuan untuk mengembangkan fase awal vaksin, yang aman, efektif dan terjangkau yang dapat membantu menahan wabah sedini mungkin.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, fasilitas Bio Farma yang akan digunakan oleh CEPI adalah untuk memproduksi vaksin Covid-19 dengan multi platform sebanyak 100 juta dosis per tahunnya, yang akan dimulai pada akhir kuartal IV-2021 atau di kuartal I-2022 mendatang.

“Saat ini dunia sedang berusaha menemukan vaksin Covid-19 dengan segala jenis platform. Pengembang – pengembang vaksin Covid-19 dari seluruh dunia, ada yang belum memiliki fasilitas produksi massal secara mandiri, sehingga CEPI akan mempertemukannya dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu, dan Bio Farma adalah salah satunya,” ujar Honesti dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Sementara itu, juru bicara gugus tugas covid-19 Kabupaten Bungo, dr. Safarudin Matondang ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk vaksin khusus covid-19 itu, memang sudah dilakukan uji klinis tahap pertahap. Dan juga dalam waktu dekat kabarnya didistribusikan kesetiap daerah termasuk Kabupaten Bungo.

Namun untuk jumlah berapa yang akan didapat oleh Kabupaten Bungo belum diketahui secara jelas. Karena semua itu, pemerintah pusat yang menentukan itu. Yang sudah jelas vaksin akan diditribusikan ke setiap daerah. Siapa saja yang akan menerima vaksin tersebut berdasarkan aturan dan petunjuk dari pusat.

“Jadi siapa saja yang akan mendapat vaksin itu nanti pentunjuknya kita masih menunggu kabar dari pusat. Setahu saya uji klinisnya sudah aman dikonsumsi oleh masyarakat. Mungkin tak lama lagi atau dalam waktu dekat ini akan didistribusi oleh pusat ke daerah termasuk kabupaten Bungo,” tutup dr. Safarudin yang juga kepala dinas kesehatan Kabupaten Bungo. (zek)

ADVERTISEMENT