Cerita Hidup Pasutri dan 5 Anak di Gubuk 3×2 Meter

Dibaca: 697 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Tidak perlu waktu lama, dengan menggunakan sepeda motor sampai ke gubuk Windra (41) ukuran 3×2 di jalan Raden Mattaher, Kecematan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, provinsi Jambi.

Gubuk yang disebut pemiliknya sebagai rumah itu hanya terbuat dari dinding papan dengan beratap beberapa lembar seng tua. Terdapat juga satu ruangan berukuran 3×2 meter atau seluas enam meter persegi di gubuk ini.

Di ruang itu, Windra beserta istrinya dan lima anaknya tidur dan menjalani kehidupan sehari-hari. Bahkan listrik pun tak ada, jadi kalau malam mereka hanya menggunakan lampu togok berisi minyak tanah. Tinggal disini karena dia tak memiliki tanah untuk lokasi bangun rumah.

“Ya mau gimana lagi bang, suka tidak suka harus kami jalani hidup seperti ini yang yang namanya hidup sudah ya mau gimana lagi,” ujar mas Win, dibincangi sidakpost.id.

Tak banyak yang bisa dijumpai di gubuk ini. Selain “ruang utama” di bagian belakang gubuk  hanya ada tempat tidur serta sekat dinding dengan ruang depan. Bagian depan peralatan memasak terlihat diatas lantai papan gubuknya.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Win mengaku hanya mengandalkan hasil kerja dengan kepala tukang membantu pemgerjaan rumah orang. Dari hasil situlah bisa nanti digunakan untuk makan serta untuk biaya tiga orang anak yang sekolah satu di SD dan dua lagi di salah satu MTsN di Bungo.

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan membuat keluarga itu memang tak selalu bisa hidup seperti warga lain. Meski kondisi sangat memprihatinkan mas Win tetap menyekolahkan ketiga anaknya.”Kalau anak yang paling besar sudah bekerja membuat batu betako di luar kota,” ujar mas Win.

Win menyadari gubuknya sempit untuk ditinggali seluruh anggota keluarganya. Maka itu, namun mau diapakan lagi.”Kita memang tidak ada tanah untuk bangun rumah jadi numpang saja di tanah milik warga. Alhamdulillah sudah 7 Tahun kami disini bang, “ungkapnya.

Sementara itu, ketua DPW JOIN Jambi, Zakaria mengungkapkan kondisi yang dialami mas Win sangat jauh dari kata layak. Seperti dilihat, gubuk berukuran kecil, mas Win tinggal bersama 5 anak-anaknya.

Tak hanya itu, yang membuat miris tak ada cahaya listrik di gubuk meraka jadi kalau malam ya menggunakan lampu togok saja. Bahkan bila hujan mereka ini kedinginan satu keluarga.

“Semoga mas Win bersama anak-anak dan isyrinya bisa punya rumah layak huni meski hanya papan tapi bisa untuk berteduh dikala hujan. Kalau sekarang sangat jauh dari kata layak lah. Sedih kita melihatnya semoga saja Allah akan menjawab doa pak Win sekeluarga,”kata Zakaria. (Cr1/red)

ADVERTISEMENT