Heboh ! Warga Pemenang Temukan Kerangka Manusia di Kebun Sawit

Dibaca: 528 kali

SIDAK POST.ID, Merangin – Warga desa Pauh Menang, Kecamatan Pamenang dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di kebun Sawit, pada Senin (22/3/2021) sekira pukul 06.30 Wib.

Informasi diperoleh, kerangka manusia itu, ditemukan oleh Bono saat hendak memanen sawit milik almarhum Parjo dan ia melihat sehelai kain di sekitar sumur yang berada di kebun sawit tersebut.

Merasa penasaran, Bono memeriksa kain tersebut dan ternyata ada tulang belulang manusia di dalam kain lalu ia mengabarkan kepada warga Desa Pauh Menang.

Mendapati kabar tersebut, salah satu warga memberi tahukan kepada Reno yang pernah kehilangan satu anggota keluarganya pada lima bulan lalu.

Reno lalu mengecek kebenaran yang dikatakan Bono dan setelah tiba di lokasi Reno membenarkan bahwa kain dan sendal tersebut adalah milik neneknya yang hilang.

Piihak keluarga menghubungi anggota Polsek dan kemudian Personil mendatangi TKP dan melakukan evakuasi kerangka mayat tersebut.

Kapolsek Pamenang Iptu Fatkur Rohman membenarkan ada penemuan kerangka manusia oleh saksi, pihak Kapolsek telah melakukan evakuasi terhadap kerangka mayat tersebut.

“Ya benar ada penemuan kerangka manusia dan kita juga membuat surat pernyataan dari pihak keluarga bahwa menolak dilakukan autopsi,”ungkap Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek Pamenang mejelaskan bahwa kerangka manusia tersebut adalah almarhumah Sukarni.

“Kerangka manusia itu, merupakan lansia wanita berumur 80 tahun yang hilang sejak 2 oktober 2020 lalu pukul 17.00 Wib,”katanya.

Dikatakan, kejadian berawal, saat korban sedang berada di rumah anaknya yang bernama Joko di RT. 5 Desa Pauh Menang sorenya korban hendak pulang ke rumah nya yang berada di RT. 12.

Korban pulang sendirian dengan berjalan kaki, akan tetapi hingga pukul 18.30 Wib korban tidak juga sampai di rumahnya.

“Lalu anaknya yang lain bernama Supiyo mencari ibunya ke rumah Joko namun Joko menerangkan bahwa Ibu mereka sekira pukul 17.00 Wib sudah pulang,” kata Kapolsek.

Mendengarkan keterangan Joko, lanjut Kapolsek pihak keluarga bersama warga lain, untuk mencari korban memang diketahui telah pikun karena faktor usia.

“Pencarian oleh warga bersama aparat desa, Bhabinkamtibmas dan babinsa selama satu minggu tidak ditemukan. Kesepakatan bersama pencarian korban dihentikan. Akhirnya korban ditemukan oleh Bono di kebun sawit,” cetusnya. (don)

ADVERTISEMENT