Cegah Stunting BKKBN Provinsi Jambi Gelar Implementasi Elsimil Tingkat Kabupaten/Kota

Dibaca: 280 kali
BKKBN Provinsi Jambi Gelar Kegiatan Implementasi Esimil Tingkat Kabupaten/Kota se Jambi/Foto : sidakpost.id (Ratna)

SIDAKPOST.ID, JAMBI –  Berbagai cara dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Jambi menurunkan angka stunting, dengan kegiatan dalam Implementasi Elsimil diikuti kabupaten/ kota se Provinsi Jambi digelar di hotel Shang Ratu, Senin (22/02/2022).

Acara dihadiri oleh kepala perwakilan yang dalam hal ini diwakilkan sekretaris Badan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Yudi Hendra Musrizal, S. IP. MA. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr.MHD.Ferry Kusnadi,Sp.OG.

Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Pengelolaan program bina ketahanan remaja OPD KB Provinsi dan kabupaten/Kota, Kemenag, Dinkes kabupaten/kota serta Koordinator PKB kabupaten/kota.

Ketua panitia kegiatan, Dewi Asnira Putri, S.TP, MM. Mengatakan, salah satu upaya pemerintah dalam penurunan angka stunting dengan sasaran target calon pengantin/Calon PUS. Dimana untuk mendukung keberhasilannya disiapkan alat dan media berupa aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil).

“Para pengelolaan program bina ketahanan remaja baik di Provinsi maupun kabupaten/kota di harapkan akan mampu memahami strategi dan melaksanakan peran juga fungsinya dalam implementasi pencegahan stunting dari hulu melalui penggunaan aplikasi elsimil di wilayahnya masing-masing,”ucap Dewi.

Sementara Sekretaris BKKBN Provinsi Jambi, Yudi mengatakan, salah satu visi Indonesia tahun 2045, terciptanya Generasi Emas.

Pertama, generasi yang memiliki kecerdasan komprehensif yang produktif dan inovatif, kedua sehat menyehatkan dalam interaksi alamnya, ketiga Damai dalam interaksi sosial dan berkarakter kuat dan ke empat berperadaban unggul

“Artinya kualitas SDM sebagai penentu. Sedangkan saat ini kita masih memiliki persoalan dalam pembangunan kualitas SDM, salah satunya adalah stunting,”ujar Yudi.

Berdasarkan data survei status gizi Balita Indonesia (2019) menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia adalah 27,67 persen, yang turun menjadi 24,4 persen (Studi Status Gizi Indonesia, 2021).

“Namun masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen. Upaya percepatan penurunan stunting yang diamanatkan dalam Perpres,”katanya.

Bahkan kata Yudi, untuk menutup celah potensi risiko yang dapat mengakibatkan anak lahir stunting.

“Di Provinsi Jambi akan terus di berikan edukasi edukasi terkait stunting mulai dari Fase Remaja, Fase Catin/Calon PUS, Fase Hamil, dan Fase Pasca persalinan hingga bayi berusia 59 bulan,”katanya.

Dikatakannya, pada kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang menyampaikan materi mengenai skriingi bagi catin.

“Serta narasumber dari Kemenag Provinsi Jambi yang memaparkan materi mengenai bimbingan perkawinan bagi catin dalam rangka pencegahan stunting dari hulu,”tambah Yudi.

Selain itu kata Yudi, keberhasilan dalam implementasi elsimil sebagai salah satu upaya pencegahan stunting dari hulu ini sangat memerlukan peran semua serta para duta GenRe.

“Dimana mereka sebagai penerus pesan kita agar bisa sampai dan diterima oleh para remaja dan Catin/Calon PUS di setiap kabupaten/kota,”tutupnya. (adv/rat)

ADVERTISEMENT