Camat Batang Masumai, Ajak Masyarakat Berantas PETI

Dibaca: 1.784 kali

SIDAKPOST.ID, MERANGIN– Camat batang Masumai yang dilantik (8/1/2020) mulai menunjukkan kenerja dalam membangun batang Masumai, kearah yang lebih baik sesuai instruksi bapak Bupati dalam pemberantasan PETI.

Dengan tegas camat batang Masumai, Jaya Kesuma S.IP,M.AP, mengajak seluruh masyarakat untuk memberantas PETI yang ada di batang Masumai

”Pak kades, BPD dan tokoh agama ,  tokoh adat tokoh pemuda akhir akhir ini batang Masumai sering di berita kan hal – hal yang kurang baik,” tegas Camat.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat terutama pemuda, mari bersama-sama untuk bangkit benahi batang Masumai kearah yang lebih baik.

“Desa harus aktif bersama pemuda nya tidak ada lagi aktivitas PETI di batang Masumai desa harus membuat peraturan desa dalam pelarangan PETI dalam bentuk apa pun,” ucap Camat.

Dikatakan, kedepan tak ada lagi korban jiwa yang ada di batang Masumai oleh kerena PETI. Karena akibat PETI anak kehilangan ayah istri.” Ingat kita harus hidup yaman aman dan tentram tidak ada lagi yang merusak alam dan harus kita jaga bersama sama,” katanya.

Lanjutnya, alam tidak di wariskan untuk hnya segelentir orang saja, berdosa bila alam dirusak berdampak pada anak cucu dimasa mendatang. Intinya jangan sampai alam Masumai rusak karena ingin meraup keuntungan pribadi.

“Pemuda harus bangkit karena kalian adalah aset bernilai bagi keluarga kalian alam hanya memberikan 10% kontribusi untuk kesejahteraan 90% di antaranya, bagaimana pemuda harus bangkit,” ujar Camat.

Mari ciptakan hal yang positif di desa, cari koneksi dan tinggalkan narkoba jauh dari sek bebas ciptakan batang Masumai ini kawah Candra dimuka.

“Untuk para penghafal Al-Qur’an dan tahfis, tahmil para santri dan santriwati akhirnya orang akan berbondong bondong ke batang Masumai ini,” kata dia.

Untuk itu, harus bangkit bersama sama, seluruh elemen masyarakat organisasi kemasyarakatan semua hal bersama sama membangun masyarakat dengan baik. Ibu – ibu yang di desa harus pandai memanfaatkan pekarangan rumah agar bisa menghasilkan uang.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadan barang akan mahal aktif lah untuk mempaat pekarangan rumah di depan maupun di belakang rumah walaupun harga sawit mulai membaik namun cuaca tidak menentu,” tambahnya.

Jadi kata Camat, masyarakat jangan ada lagi yang beralih profesi menjadi pekerja PETI. Karena mayoritas di desa adalah petani, jadi tekuni saja pekerjaan tani maka akan mendapatkan hasil.

“Jangan karena ada orang dari luar yang mengajak merusak alam Mausmai lewat PETI, kita terpedaya. Karena akibat PETI lingkungan kita menjadi rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi kedepannya bagi anak cucu kita nanti. Mari pemuda bersatu padu menjaga alam kita supaya jauh dari gangguan apapun,” tutupnya. (HM)

ADVERTISEMENT









ADVERTISEMENT