Tersangka Pembunuhan Sadis di PT TPIL Tebo Terancam Hukuman Mati

Dibaca: 6.792 kali
Reka Ulang Pembunuhan Sadis di PT.TPIL Kab. Tebo Jambi.

SIDAKPOST.ID,TEBO – Polres Tebo menggelar rekonstruksi reka ulang kasus pembunuhan sadis di PT Tebo Plasma Inti Lestari (TPIL) Kabupaten Tebo, Jambi terjadi beberapa waktu yang lalu, dihalaman belakang Mapolres Tebo.

Dalam rekonstruksi kali ini, pihak Kepolisian menghadirkan Tersangka, Saksi-saksi serta Penyidik dan petugas Kejaksaan Negeri Tebo, Rabu (20/12) kemarin.

Dalam rekonstruksi reka ulang ini, adegan sadis yang dilakukan oleh ketiga pelaku yakni WL (25), AL(18) dan FG (19) menghabisi nyawa ketiga korban yakni Dona Sitorus (32), Ita Susanti (44)dan anaknya Dona yang baru berusia 4 tahun Niconius Iraldo Simbolon dengan menggunakan egrek (alat panen sawit).

Tak kurang dari 30 adegan yang diperagakan oleh ketiga tersangka saat menghabisi nyawa tiga korbannya. Korban Dona Sitorus saat itu berada di atas sepeda motor bersama Ita Susanti dan anaknya Niconius .

Pertama kali dibunuh oleh pelaku adalah, Arman Laia dengan menyambar leher korban menggunakan egrek sawit dari arah belakang hingga nyaris putus dan Korban Donas Sitoruspun tewas seketika.

Tak hanya sampai disitu, pelaku AL dan FG mengahabisi korban Ita Susanti, saat itu korban susanti dam keadaan shok melihat Dona Sitorus yang tergeletak bersimbah darah langsung dipukul oleh pelaku FG hingga tersungkur lanjut pelaku AL terus mengegrek perut korban hingga ususnya terburai dan tewas seketika.

Sementara Niconius yang masih berusia 4 tahun (anak Dona Sitorus) langsung berlari kearah pelaku WL karena merasa ketakutan daan pelaku W. Malahan memukul Niconius dan melempar korban ke tanah serta menginjak-injak korban hingga darah mengalir dari mulutnya dan akhirnya pelaku AL
merobek-robek perut korban dengan menggunakan egrek hingga seluruh isi perut korban terburai.

Usai membunuh para korbannya, ketiga pelaku langsung membuang jasad ketiga
korbannya di semak-semak dan selanjutnya pelaku kabur. Namun 4 hari setelah kejadian tepat Senin (30/10/2017) beberapa waktu lalu.

Ketiga pelaku datang kebali ke TKP berencana untuk mengubur jasad ketiga korban, tapi niat itu diurungkan karena jasad ketiga korban sudah membusuk. Esok harinya, kedua pelaku Arman Laia dan Fandi Giawa menagih upah yang dijanjikan oleh pelaku Wirani Laia sebesar Rp 1 juta rupiah per orang.

Karena tidak memiliki uang, oleh WL kedua pelaku hanya diberikan uang Rp 200 ribu perorang, ketiganya pun kemudian kabur dari mess PT TPIL.

Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat, S.IK, dikonfirmasi menuturkan, prosesesi rekonstruksi mulai pukul 13.30 WIB dengan lokasi di lapangan Komplek Rumah Dinas Polres Tebo.

Rekonstriksi yang digelar, dikawal puluhan anggota Petugas dan diperagakan langsung oleh ketiga tersangka dan korban diperankan oleh anggota Polwan.

“Sengaja kita Pindahkan lokasi reka ulang dibelakang Mapolres Tebo untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Rekonstruksi berlangsung sekitar 2 jam lebih mulai pukul 13.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dengan dikawal puluhan Polisi, rekonstruksi berjalan aman dan lancar,” terang Kapolres.

Lanjut Kapolres, 30 adegan yang diperagakan oleh tiga tersangka mulai dari pertemuan tersangka di rumah korban hingga terjadinya pembunuhan. Dalam menjalankan aksinya ketiga pelaku memiliki peran berbeda-beda dangan perencanaan yang sangat matang.

“Semua sudah direncanakan oleh tersangka WL sebagai otak dalang pelaku pembunuhan, pelaku diancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati,” tutup Kapolres. (asa)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT