Siaran Pers Perkembangan Covid-19

Dibaca: 149 kali
Caption Fhoto : Jujur Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kab. Bungo

MUARA BUNGO – Tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Kabupaten Bungo terus menunjukn tren membaik. Hal itu, memberi optimisme tinggi bagi masyarakat dalam melewati masa pandemi covid-19. Seperti data yang disampaikan gugus tugas covid-19 kabupaten Bungo.

Pertanggal 20 November 2020. Suspek total 30 orang, proses pemantauan 10 orang, selesai pemantauan 20 orang Konfirmasi total 118 orang, Proses 26 orang, selesai 92 orang dan sembuh 92 orang, meninggal sabanyak 8 orang.

Juru bicara tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten
Bungo, dr Safarudin Matondang mengatakan, dari hari kejari jumlah angka sembuh meningkat serta
proses pemantauannjuga sudah banyak selesai.
Keseriusan pemerintah daerah menangani pasien covid-19 juga sangat terlihat. Seperti dalam hal pelayanan kepada pasien dilaksanakan secara maksimal.

“Setidaknya ada 3 fase yang harus dihadapinya hampir setiap hari dalam menangani pasien covid-19. Fase pertama yakni, meyakinkan pasien positif covid-19 bahwa penyakit ini bisa dilalui.

“Keyakinan akan kesembuhan adalah 50% kesembuhan. Virus ini sebenarnya bisa kalah dengan daya tahan tubuh kita sendiri. Jadi biarkanlah bapak ibu, tidak usah fokus pada penyakitnya. Biarkan dokter-dokter kita yang fokus pada penyakitnya. Bapak ibu fokuslah menjaga diri dan kesehatan,” ungkapnya.

Fase ke dua, adalah saat pasien harus diisolasi sehingga tidak boleh bertemu dengan keluarga ataupun teman. Sebagai tenaga kesehatan, dokter harus terus berkunjung menyemangati para pasien dan berperan sebagai keluarga kedua pasien COVID-19.

Setelah itu memasuki fase ke tiga tedapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, adalah kesembuhan pasien. Sementara kemungkinan kedua adalah hasil yang tidak diinginkan yakni, meninggalnya pasien covid-19.

Mengobati memang penting, namun mencegah lebih baik. Itulah yang dr. Safarudin sering himbau kepada setiap orang, baik langsung kepada pasiennya atau melalui media sosial. Ia pun mengibaratkan pencegahan dengan sebuah rumus, Ri (risiko infeksi) = Jv (jumlah virus) dibagi i (imunitas tubuh).

“Jadi, cara kita menurunkan risiko infeksi adalah menurunkan jumlah virus. Caranya melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dan meningkatkan imunitas tubuh. Cara meningkatkan imunitas ini ada tiga, yang pertama memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup dan baik. Artinya sayur dan buah harus dikonsumsi setiap hari. Kedua, istirahat yang cukup. Penelitian terbaru mengatakan, manusia itu idealnya tidur 6-7 jam, tidur sebelum jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi, itu yang paling baik. Terakhir, olahraga rutin. Ini banyak yang tidak dilakukan di saat kita bekerja dari rumah. Padahal ada banyak olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah”, terang dr Safarudin.

Masyarakat juga dihimbau untuk melakukan deteksi dini gejala penyakit covid-19. Upaya ini sangat membantu meringankan gejala COVID-19 agar tidak semakin berat nantinya.

Safarudin mengatakan, bahwa masyarakat sebaiknya tidak takut untuk memeriksakan diri demi mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal. Karena obat-obatan yang tersedia di fasilitas kesehatan, sudah sangat lengkap dan membantu. Upaya penanganan COVID-19 ini juga diikuti dengan rencana pemerintah untuk mengadakan vaksin COVID-19. Rencana ini juga memberikan optimisme bagi masyarakat.

“Vaksin COVID-19 adalah salah satu puzzle penting untuk meningkatkan imunitas tubuh kita. Secara spesifik, vaksin khusus untuk melindungi diri kita dari virus COVID-19, selain tiga hal yang saya sebutkan sebelumnya. Dengan vaksin kita akan lebih siap lagi menghadapi virus yang masuk”, jelas dr. Safarudin.

“Saya ingin teman-teman atau masyarakat semua datang ke rumah sakit, justru ketika kondisinya belum parah. Kalau masih fase-fase awal, dahak belum kental, itu pakai obat pengencer dahak saja tidak akan menyumbat paru-paru. Jadinya tidak akan menyebabkan pneumonia parah. Selain itu sekarang tes swab juga sudah semakin cepat, dalam sehari dua hari  sudah bisa diterima hasilnya. Harganya juga semakin terjangkau”, jelas dr.Safarudin. (zek)

ADVERTISEMENT