BKKBN Pusat Zoom Meeting bersama BKKBN Provinsi Jambi

Dibaca: 115 kali
Meeting Zoom BKKBN Pusat/ Foto : sidakpost.id (ratna)

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama BKKBN Provinsi Jambi dan PIC Forum Rektor Provinsi Jambi serta PIC Forum Rektor Perguruan Tinggi 3 (tiga) lokus penurunan stunting lakukan zoom meeting mempresentasekan tentang analisis situasi program percepatan penurunan stunting di 3 (tiga) lokus sasaran penurunan stunting tahun anggaran 2022, Kamis (21/04/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan secara Nasional dilaksanakan secara virtual ini diikuti, Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, PIC Forum Rektor Jambi dan PIC Farum rektor 3 (tiga) kabupaten lokus yaitu kerinci, Bungo dan Tebo

Dalam mempersiapkan Indonesia sejahtera tahun 2025 dan generasi emas tahun 2045, indonesia harus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas

Namun pada saat sekarang Indonesia sedang di hadapkan dengan bebagai masalah seperti kemiskinan, masalah gizi dan kesehatan. Stunting menjadi masalah utama saat ini karena belum tertuntaskan sampai sekarang

Stunting menyebabkan penderitanya mudah sakit, memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa, dan
kemampuan kognitif berkurang, sehingga dapat mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia. Pada saat ini prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24.4 persen

Masih tingginya angka stunting sekarang mendorong pemerintah untuk melakukan upaya upaya untuk penurunan stunting. Namun ini tidak mudah ada saja kendalanya dalam keterpaduan Program dan kegiatan baik di level pusat maupun di daerah

Salah satu kegiatan Pendampingan Perguruan Tinggi kepada Pemerintah Daerah dalam Percepatan Penurunan Stunting adalah analisis situasi
tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Analisis situasi program percepatan
penurunan stunting adalah proses untuk mengidentifikasi sebaran prevalensi
stunting dalam wilayah kabupaten lokus penurunan stunting, situasi ketersediaan program, dan praktik manajemen layanan.

Dalam Analisis Situasi, Tim Pelaksana Provinsi dan Kabupaten/Kota menyusun analisis gap, hambatan,tantangan dan peluang.

Hasil Analisis Situasi merupakan dasar perumusan rekomendasi kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi rumah tangga 1.000 HPK. (rat)

ADVERTISEMENT