PC BKMT Telanaipura Peringati Isra Mi’raj 

Dibaca: 141 kali
Peringatan Isra Mi'raj BKMT Telanaipura/Foto : sidakpost.id (Ratna)

SIDAKPOST.ID, JAMBI –  Di tengah era Globalisasi yang serba modern, canggih seperti sekarang tidak bisa di pungkiri era yang serba digital.

Namun tidak melemahkan semangat ibu ibu pengajian untuk melestarikan dan menjalin silaturahmi, dengan tetap mengadakan yasinan rutin sekaligus peringatan isra mi’raj di masjid Ar- Raudah telanaipura, Senin (21/03/2022).

Dalam kegiatan ibu ibu pengajian yang tergabung dalam PC BKMT Telanaipura ini, yang dilaksanakan satu kali dalam satu bulan dan dilakukan setiap hari senin minggu ketiga, turut hadir kepala Camat Telanaipura Hartono, berserta istri dan Ustadz Antoni M.Pd.I.

Peringatan isra mi’raj kali ini mengangkat tema “Hikmah Isra mi’raj nabi besar Muhammad SAW, menjelang Ramadhan”.

Dalam ceramahnya, Ustadz Antoni, juga menyampaikan, dua latar belakang terjadi Isra Mi’raj, pertama pada usia 8 tahun nabi besar Muhammad SAW, beliau di asuh oleh pahamnya.

Waktu usia beliau 53 tahun paman beliau abu Thalib meninggal dunia dalam keadaan belum memeluk agama Islam, jelas ini membuat baginda bersedih.

Jika dilihat pada era zaman sekarang kebanyakan orang, jika melihat keluarga yang sakit, atau menjenguk sahabat yang sakit bukanya kirim doa malah sibuk dengan selfie dan memposting ke sosial media.

“Mulai sekarang, rubahlah pola pikir kita dan bimbingan lah keluarga anak, sanak keluarga kalian, jika mereka mengalami sakaratul maut, bisikan kalimat dua kali syahadat jangan malah sibuk selfi selfie saja,”ujarnya.

Kata ustadz Antoni, ingat anak bisa memasukkan orangtua ke dalam surga dan anak juga bisa memasukkan orang tua ke neraka.

“Berikan pendidikan agama sejak dini kepada anak, sehingga mereka tidak salah jalan dan mereka akan mengenal siapa tuhanya, semakin dekat anak dengan Tuhan semakin patuh anak terhadap orang tua,” lanjut Ustadz.

Kedua ketika istri beliau Sayidina khodijah meninggal dunia, dimana pada masa ini baginda nabi merasa terpukul,sedih yang tak terbendung sehingga tahun itu disebut tahun kesedihan atau Amul Khuzn.

“Petiklah hikmah dari sekian banyak kisah baginda, laksanakan ibadah sholat jangan menunda-nunda lagi karena umur tidak ada yang tahu,”tutupnya. (Rat)

ADVERTISEMENT