Yayasan Diniyah Teledor, Tiga Siswa Kabur

Dibaca: 564 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Tiga santri di Yayasan Diniyah Muara Bungo kabur dari kabur dari pondok pesantren. Bahkan, kaburnya tiga santri sama sekali tak diketahui pihak yayasan. Kaburnya santri baru diketahui setelah pihak keluarga hendak menjenguk.

Orang tua yang anaknya kabur, Lukman, mengatakan terkejut saat tak mendapati anaknya tak ada di pondok pesantren. Yang lebih mengejutkan lagi, ketika hal tersebut ditanyakan kepada salah satu ustadz, sekolah tidak mengetahui keberadaan anaknya.

Tak mendapati anaknya tidak berada di pondok pesantren, Lukman mencari tahu kkeberadaan. Akhirnya diketahui bahwa anaknya telah berada di rumah di Kabupaten Tebo. Lantas ia meminta pihak yayasan untuk menjemput ke Tebo.

“Sungguh saya sangat kecewa dengan pihak yayasan. Kenapa kok bisa anak saya kabur dari pondok, siapa yang bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu pada anak saya,” ujar Lukman.

Setelah dilakukan mediasi yang cukup panjang antara orang tua santri dengan pihak yayasan, akhirnya pihak yayasan mengakui atas keteledoran.

Pihak yayasan juga meminta maaf kepada orang tua santri dan berjanji kedepannya akan membenahi sistem keamanan Pondok Pesantren Diniyah.

“Kami menyadari dan mengakui keteledoran kami dan kami minta maaf atas kejadian ini, terutama kepada Pak Lukman selaku orang tua siswa. Dan kami berjanji akan membenahi sistem pengamanan kami, sehingga hal ini saya pastikan tidak akan terjadi lagi,” ucap Muhaimin Wakil Direktur Yayasan Ponpes Diniyah.

Sementara, Riyadh Alfalah salah satu siswa yang kabur, menceritakan kronologis saat kabur dari pesantren. Ia mengaku berselisih paham dengan temannya dan merasa di ancam.

“Kami betiga kabur lewat belakang yang tembus dekat perumahan belakang kantor bupati,” ujarnya.

Terpisah, Adhe salah satu wali murid mengatakan santri tingkat Madrasah Aliayah turut disalahkan pihak yayasan atas kejadian tersebut. Pasalnya, mereka dianggap juga harus bertanggungjawab karena sudah senior.

“Kemarin adik ipar saya juga disuruh mencari siswa yang hilang tersebut. Sebelum dapat mereka tidak diperbolehkan untuk kembali ke pesantren, “ungkapnya. (jul)

ADVERTISEMENT






























ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT