Terkait Jalan Berlumpur di Bukit Telago, Ini Kata Kabid Bina Marga Dinas PU Bungo

0
Tampak Warga Jatuh Bangun Melewati Jalan Berlumpur di Dusun Bukit Telago, Pelepat/Foto (Istimewa)

SIDAKPOST.ID, BUNGO –  Sudah sekian tahun warga Dusun Bukit Telago, Pelepat kabupaten Bungo melewati kondisi jalan berlumpur yang jauh dari kata layak. Hal itu lah membuat warga kesal akhirnya menanam pohon pisang di tengah jalan.

Seorang pemuda Dusun Bukit Telago, Muslimin mengungkapkan, kondisi yang seperti ini sudah bertahun-tahun dialami oleh warga. Namun, hingga kini tak ada juga perhatian dari pemerintah daerah.

“Kondisi jalan tersebut diperparah dengan musim hujan yang membuat jalan penuh lumpur dan licin. Warga-pun merasa dusunnya itu saat ini sangat terisolir,”ungkap Muslimin.

Selain itu, Muslim juga menyebut banyak warga yang terjatuh saat menggunakan jalan itu, karena jalannya licin seperti kubangan kerbau. Tapi apa mau dikata hanya itulah jalan masyarakat.

“Kami berharap tolong lah perhatikan jalan kami ini, karena kami sangat ingin jalan ini diaspal seperti jalan-jalan lain. Dari dulu jalan ini tidak pernah di aspal, tapi kondisi terparah sudah dua tahun terakhir ini,”katanya.

Hal senada disampaikan Astutik, yang setiap hari melintas di jalan tersebut, harus membawa baju pengganti apabila hujan tiba. Karena kalau sudah lewat di jalan itu, semua pakaian pasti kotor.

“Kami berharap jalan poros utama menuju Dusun Bukit Telago yang sehari-hari dilewatinya itu, agar ada perhatian serius dari pihak Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Dusun (desa) setempat, yang saat ini sudah sangat hancur,” harapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Bungo, Hasbi saat dikonfirmasi menjelaskan, terkait jalan tersebut yang titik terparah sebelumnya sudah diusul untuk diaspal tahun 20222. Tapi karena anggaran untuk kegiatan 2022 dipotong jadi terpaksa pengaspalan ditunda 2023.

“Ada tiga kilo lagi yang belum diaspal, meski dana untuk pengaspalan di tahun 2022 dipotong, namun kami berupaya untuk melakukan pengerasan sementara waktu di titik terparah pada Tahun 2022 nanti,”tutup Hasbi. (zek)