Pilrio Ujung Tanjung Diduga Ada Kecurangan

Dibaca: 321 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO  – Pemilihan rio (kepala desa, red) Dusun Ujung Tanjung, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo yang sempat tertunda beberapa waktu lalu, akhirnya terlaksana.

Namun, bukan berarti polemik usai. Pemilihan rio susulan yang digelar Senin (19/11/2018) kembali berpolemik.

Pada pemilihan, calon nomor dua Hendra Hadi Wijaya, meraih suara 584. Ia menggungguli calon lainnya, Susanto yang meraih suara 567.

Polemik muncul setelah calon nomor urut satu menduga adanya kecurangan disalah satu TPS. Adalah TPS Kampung Panual Ujung Tanjung yang disebut calon nomor urut 1 ada kecurangan.

Pihak calon nomor urut 1 menduga, panitia melakukan pencoblosan suara orang yang tidak bisa hadir. Adanya dugaan kecurangan ini membuat Susanto merasa dirugikan.

“Saya merasa dirugikan di TPS 3. Saya menuntut BPD agar melakukan tindakan penyelidikan pada panitia di TPS tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenapa masyarakat yang berada di luar seperti di Lapas dan sedang sekolah di luar daerah, bisa melakukan pemilihan dan suara dihitung.

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan pemungutan suara sudah ada keputusan pada saat penetapan pencabutan nomor urut calon pada tanggal 12 November lalu. Dimana Kkeputusan bagi pamilih tidak dibenarkan diwakilkan memberikan hak suara ke TPS.

“Yang sedang sakit pun disepakati panitia membawa bilik dengan sistem jemput bola dengan didampingi saksi dari kedua belah pihak.Ini ditemukan 43 orang pemilih yang diwakili, kenapa bisa terjadi,” ujar Susanto.

Sementara itu Kosasi selaku ketua panitia ketika di konfirmasi mengatakan, sebelumnya memang sudah disepakati bahwa dalam pemilihan Rio Ujung Tanjung tidak boleh diwakilkan.

“Dan pada pagi Senin (19/11) pun saya sudah memberitahu pada panitia agar tidak ada pemilih diwakilkan,” ujar Kosasi.

Atas dugaan kecurangan ini Susanto mengirim surat pada ketua BPD Ujung Tanjung. Isi surat ditujukan kepada ketua BPD Ujung Tanjung, selaku penanggung jawab pelaksanaan Pilrio.

Dalam surat ditulis terdapat beberapa kejanggalan dan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan rio yang dilakukan oleh panitia TPS 3 Kampung Penual.

Sebut Susanto, panitia tidak mengaju pada aturan pilrio yang berlaku. Panitia TPS 3 memperbolehkan orang yang tidak hadir boleh diwakilkan. Sesuai dengan arahan camat pada waktu pelaksanaan, bahwa yang tidak hadir tidak boleh melakukan pemilihan dan diwakilkan oleh siapa pun.

“Oleh karena hal tersebut, mengajukan gugutan terhadap dugaan pelanggaran. Dan saya juga melampirkan bukti yang dilampirkan serta satu orang saksi bernama, Jalaludin,” tegasnya. (zek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT