Diduga Bermain Mata, PAW Rio Dusun Tanjung Agung Terancam Gagal

Dibaca: 864 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Tak lama lagi Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, akan menggelar Pemilihan Rio Antar Waktu (PAW).

Namun, belum dilaksanakan Pilrio PAW tersebut diduga sudah ada permasalahan yang muncul di tingkat panitia. Karena kabarnya panitia ingin Pilrio ini dipilih hanya  90 perwakilan dari eleman masyarakat saja.

Informasi 90 yang akan memilih tersebut diambil dari unsur tokoh masyarakat, tokoh adat, agama, pemuda dan yang lainnya. Namun, beberpa dari masyarakat menduga rencana pemilihan Pilrio ini kuat dugaan ada yang bermain mata.

Datuk Rio (kades-red) Dusun Tanjung Agung, Syaiful Dasri dokonfirmasi, Ia mengatakan benar pihak panitia sudah merancang akan melaksanakan Pilrio PAW dipilih beberapa perwakilan saja.

“Tadi malam panitia menggelar rapat, namun tak ada solusi. Kalau dilihat pilrio PAW ini terncam gagal. Saya selaku Pjs Rio baru dikabarkan oleh panitia bahwa akan menggelar Pilrio PAW dusun Tanjung Agung,” ujar Pjs Rio Syaiful Dasri.

Sebut Syaiful, seharusnya rnlencana pemilihan ini, harus mengendepankan keterbukaan publik biar masyarakat bisa mengatahui siapa calon dan bagaimana sitem pemilihan yang tidak ada gejolak.

“Tadi malam banyak masyarakat Dusun Tanjung Agung yang menolak pemilihan Rio PAW hanya perwakilan saja. Mereka ingin, pemilihan secara langsung dipiliha semua oleh masyarakat yang ada bukan hanya sekedar perwakilan saja,” ujar Syaiful Dasri.

Untuk diketahui, ada empat calon Rio PAW yakni, Jasri Nofrianto, Zulkifli, Gustiar dan Uyun Fauzan, semua calon ini, sudah ditetapkan oleh panitia Rio PAW Dusun Tanjung Agung, yang ketuai oleh A Dasuki, dengan sekretaris pantia Maryulian.

Terpisah, Kadis PMD Bungo, Taufik Hidayat dikonfirmasi mengatakan, benar kabarnya Dusun Tanjung Agung, akan menggelar Pilrio PAW. Memang ada dua opsi pemilihan, pilih secara langsung dan pemilihan perwakilan.

“Bila pemilihan Pilrio itu, dipilih secara perwakilan tidak memungkinkan, maka dilaksanakan opsi kedua pemilihan, yakni pemilihan secara langsung biar  tidak ada gejolak di tengah masyarakat,” tegas Plt Kadis PMD Taufik Hidayat. (zek)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT