Warga Bungo Rela Antri, Demi Mendapatkan Air Ajaib Tanpa Dimasak

Dibaca: 3.407 kali
Tampak : Warga limbur anti mengambil air bersmuber dari batu napal

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Warga Dusun Tanjung Bungo, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, menemukan sumber air dari batu napal yang sangat jernih. Konon cerita dari warga sekitar air itu, bisa dijadikan obat gatal-gatal.

Informasi yang didapat, air batu napal awalnya ditemukan oleh warga setempat, pada saat itu sedang membuka jalan baru dengan alat berat. Setelah beberapa hari jalan dibuka, ditemukan air yang keluar dari batu napal.

Habibi, warga sekitar dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan air dari batu napal di bukit tak jauh dari pemukiman warga. Sekarang kemarau jadi, warga rela antri berjam-jam demi mendapat air bersih dari batu napal tersebut.

“Sudah banyak warga yang mengambil ari batu napal itu, bahkan rela mengantri berjam-jam dari pukul 03.30 WIB dini hari. Selain untuk kosumsi sehari-hari, air itu, ada juga yang meyakini bisa menyembuhkan penyakit gatal-gatal,” ungkap Babibi.

Dikatakan, awalnya ada pembukaan jalan baru di lingkungan dusun, setelah jalan dibuka dengan alat berat ditemukan air dari batu napal dengan tiga mata air sekaligus, kemudian dipasang pipa kecil biar air ngocor dan bisa ditampung warga.

“Setiap hari warga beramai-ramai ke lokasi untuk mendapat air tersebut dengan membawa jerigen ukuran lima liter. Bahkan air tersebut, sebelumnya sudah di cek ke labor, hasilnya bersih dan tidak ada kuman. Saya juga mengambil air tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Rio Dusun Bungo Tanjung, Sumar mengatakan, banar ada warganya menampung air bersih disela-sela batu napal di bukit tak jauh dari pemukiman. Banyak warga mengambil air itu, tidak harus di masak lagi, karena serasa air gunung.

“Air itu sudah dicek ke labor oleh salah seorang bidan desa kami. Katanya, air aman dan tidak mengandung kuman, oleh karena itu langsung di minum oleh masyarakat kami. Kalau masalah air itu bisa untuk obat kami juga tidak mengatahui secara jelas, “kata Sumar.

Lanjut Sumar, air itu bukan warganya saja yang mengambil tapi, dari dusun tetangga juga banyak mengambil air dari batu napal tersebut.” Mungkin karena musim kemarau jadi banyak warga yang sengaja menampung air itu, untuk dikosumsi,” pungkasnya. (zek)

ADVERTISEMENT