Mengintip Sisi Dunia Malam Kota Muara Bungo

Dibaca: 3.094 kali
Kondisi Kota Muara Bungo - Jambi

BERPROFESI – sebagai wanita pemandu lagu di tempat karauke di seputaran kota Muara Bungo, diyakini oleh Bunga (28) (nama samaran – red) bukan lah cita-citanya sejak kecil.

Alih-alih tidak memilki keahlian lain membuat wanita cantik ini terpaksa menggeluti profesi tersebut, demi mencukupi kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan ekonomi keluarganya.

Tak hanya itu, menjadi wanita panggilan diakuinya juga sangat menjanjikan dapat uang. Karena semalam saja bisa meraup uang Rp 1 juta hingga Rp 1.2 juta rupiah.

Saat malam tiba, disanalah saatnya Bunga bekerja. Dengan tampilan pakaian yang sangat seksi, dia menunggu laki-laki yang ingin dihibur di sebuah karauke di kota Muara Bungo. Tak selesai disitu sang cewek juga bisa melayani lelaki lebih dari itu.

Menurut Bunga, canggihnya teknologi saat ini, cukup membantu dirinya untuk menunggu panggilan dari lelaki yang siap dihibur dengan bayaran tak kalah menjanjikan.” Kita ngecek lewat telpon ponsel saja, apakah mereka ingin dilayani,” ucap SI di sudut kota Muara Bungo.

Saat ini, lanjut Bunga sudah banyak wanita dari berbagai profesi, untuk bisa mendapatkan job. ( Istilah pekerjaan para wanita panggilan, red).

“Macam macam mas, keberadaan di Bungo, ada yang  berstatus sebagai gadis, hingga para janda-janda muda yang terhimpit ekonomi ,” timpalnya.

Biasanya, sebelum mendapatkan kenikmatan sesaat dari para tamu, pola yang dilakukan tamu cukup berpariasi. “ Ada  tamu yang minta kami untuk bersenang senang dulu lewat jasa karouke, setelah itu baru memboking,” katanya.

Lebih jauh disebutkan, urusan Boking ini, tarifnya mulai Rp 750 Ribu untuk jasa short time hingga Rp 1,5 Juta untuk jasa layanan kenikmatan longtime. Uang yang kami dapat tersebut tidak seutuhnya kami terima karena ada jatah untuk pemesan tamu.

”Misal untuk tarif short time,  Rp 750 Ribu, saya menerima Rp 500 Ribu, dan wanita panggilanya sekitar Rp 400 Ribu. Biasanya ramu banyak pada malam Minggu, karena rata-rata mereka sengaja datang ke kota Muara Bungo untuk hiburan,” kata dia.

Sisi lain, Bunga mengaku, tidak semua tamu yang memboking memiliki niat baik. Tak jarang para tamu justru melakukan perbuatan diluar dugaan hingga penganiaan terhadap para wanita malam bahkan ada juga yang tidak mau bayar padahal sudah dilayani.

”Makanya kita harus sedikit selektif, terhadap pada tamu. Kalau tamu baru, biasanya kita cari informasi terlebih dahulu terkait keberadaan tamu tersebut, apakah tamu tersebut benar benar mau boking atau punya modus lain,” bebernya. (cr1)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT