Rio Curhat kepada Kapolres, Peredaran Narkoba Semakin Parah

Tampak Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram dan Perwakilan BNK Bungo Hadiri Jumat Curhat di kantin Pak RT. Foto : sidakpost.id/zakaria

SIDAKPOST ID, BUNGO – Para Datuk Rio (kades) di kecamatan Bungo Dani curat kepada Kapolres terkait peredaran sabu – sabu sudah semakin parah.

Betapa tidak, dari hasil dialog bersama Rio menyebutkan narkoba semakin menggila sudah ada paket hemat Rp 50 ribu, Rp 100 ribu yang diedarkan kepada pencari sabu.

“Kami sangat senang bisa bertemu dengan Kapolres Bungo AKBP Bram dalam Jumat Curhat ini. Karena kami benar-benar ingin curhat terkait masalah narkoba dan aksi pencurian,” ucap M Anas, Jumat (20/01).

Dikatakan, setiap hari peredaran narkoba semakin meraja Lela, tentu masyarakat menjadi ketakutan. Kondisi ini diperparah oleh para pengedar sabu sudah menjual pekat hemat dan bisa dibeli siapa saja.

“Kami sangat berharap kepada kepolisian untuk patroli secara langsung ke wilayah Dusun yang ada di Bungo Dani. Boleh saja, sekarang orang lain, tapi kita tak tahu bisa besok besok keluarga kita yang pecandu narkoba,” ungkapnya.

Hamdan M.Nuh,S.Sos.,MM. Perwakilan BNK Bungo juga mengapresiasi kegiatan Jumat Curhat. Karena dengan tatap muka langsung seperti ini, semua permodalan di tengah masyarakat bisa disampaikan.

“Kami BNK Bungo terus berupaya supaya peredaran narkoba bisa ditekan karena ini bukan saja tugas polisi dan BNK Bungo tapi, ini tugas kita semua pihak. Sekarang BNK Bungo terus fokus mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram mengatakan, dengan banyak curhatan dan masukan dari masyarakat maka, semakin jelas permasalahan yang dihadapi. Namun, persoalan harus benar-benar dicari solusinya.

“Kami akan terus berupaya bagaimana ini benar-benar kita pikirkan secara bersama. Tentu masalah narkoba masalah bersama antar pemangku kepentingan. Jalan satu -satunya, pencandu harus direhabilitasi dan badar akan kita tangkap,” ungkapnya.

Kata Kapolres, kesempatan bekerja harus diberi ruang yang seluas luasnya kepada masyarakat. Karena pokok permasalahan semua perilaku menyimpang karena tidak ada pekerjaan. Kalau dipersentase, cukup banyak tindakan menyimpang karena tidak bekerja.

“Jadi peluang pekerjaan harus kita pikirkan bagaimana masyarakat kita sibuk untuk bekerja, bila sudah seperti itu maka tindak pidana akan berkurang. Mari kita pikirkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat kita,” tutupnya. (zek)