Jadikan Bungo “Master” Bupati Hamas Teken MoU Dengan Walikota Bandung

Dibaca: 434 kali
Bupati Bungo Hamas dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

SIDAKPOST.ID, BANDUNG – Penanda tangan kesepakatan kerja sama lima Pemerintah Kabupaten di Indonesia, di Pendopo Rumaj Dinas Wali Kota Bandung, Selasa malam (19/9/2017) berjalan lancar.

Dalam kesepakan kerja sama ‘Sharing Best Practices tersebut, Langsung di tanda tangan oleh Bupati Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, H.Mashuri, SP.ME dengan Wali Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Moch. Ridwan Kamil, S.T,M.UD.

Bupati Bungo Teken MoU Dengan Walikota Bandung.

Hadir dalam penanda tangan tersebut, Sekda Bungo H Ridwan Is, Ketua DPRD Ria Mayang Sari, MH, anggota DPRD Bungo M Mahili HM, SH, dan sejumlah kepala OPD yang ikut mendampingi Bupati.

Selainbitu turut hadir, Bupati Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara, Pinrang, Gianyar Bali dan Tasikmalaya dan Pihak Pemkot Kota Bandung.

Bupati Bungo Terima Cindera Mata Dari Walikota Bandung.

Dalam sambutannya Bupati Bungo, H Mashuri, mengatakan, ia mengucapkan terimakasih banyak atas terjalinnya kerjasama itu. Karena sebagai daerah yang sedang giat membangun kerja sama ini sangatlah kita perlukan.

Sekda Bungo H Ridwan Is Teken Kerja Sama Dengan Kadis Kominfo Pemkot Bandung.

“Terimakasih atas kerjasama ini. Tentu ini akan sangat bermanfaat bagi Kabupaten Bungo kedepan. Ini sebagai bentuk mewujudkan tata kelola birokrasi yang baik berbasis kepada pelayanan publik yang baik,”kata Bupati Bungo H. Mashuri.

Bahkan kata Mashuri, ia berharap kedepan kerja sama ini terjalin dengan erat, sehingga apa yang telah diraih oleh Kota Bandung bisa juga dijalankan atau dilaksanakan di Kabupaten Bungo.

“Harapannya dengan kerja sama ini, dapat mempercepat pembangunan dan peningkatan perekonomian daerah agar terwujudnya kesejahteraan masyarakat,”ujarnya lagi.

Kepala OPD dan Ketua dan Anggota DPRD Bungo.

Wali Kota Bandung, Moch. Ridwan Kamil dalam kesempatan tersebut mengatakan, kerjasama itu menjadi sarana ukuwah watoniah, bersaudara dalam kebangsaan.

Beberapa terobosan yang dilakukan sehingga Pemkot Bandung bisa meraih prestasi lebih baik. Terutama dibidang reformasi birokrasi, parameter kinerja bawahan bisa lebih jelas.

Semua itu kata Ridwan Kamil, tidak lepas dari sofware yang dibuat untuk menunjang ke arah itu. Ada 400-an perangkat lunak yang dibuat Pemkot untuk mewujudkan birokrasi yang lebih efektif.

“Sebut saja e-budgeting, dengan program kita bisa menghemat anggaran hingga Rp 1 trilyun. Artinya kita bisa arahkan anggaran lebih besar untuk kepentingan rakyat secara terukur. Belum lagi dengan program lain,” tutur Kang Emil.

Lanjutnya, dari perangkat lunak itu, dia mempersilahkan untuk diaplikasikan daerah lain. Berapapun jumlahnya boleh diaplikasikan dengan gratis.

“Tapi siapkan dulu sumber daya manusianya untuk dikirim kesini. Kalau sudah siap bekerja didaerah masing-masing, silakan aplikasikan mana yang dibutuhkan,”ujarnya lagi. (zek)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT