Dukung Program Pemerintah Atasi Stunting, Akper Setih Setio Gelar Focus Group Discussion

Dibaca: 588 kali
Foto bersama narasumber dan peserta FGD. Foto : Sidakpost.id/ Juliansyah

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Akademi Keperawatan (Akper) Setih Setio Muara Bungo terus membangun sinergi dan komitmen dalam rangka upaya mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Bungo.

Dalam hal ini, Akper Setih Setio Muara Bungo bersama BKKBN Provinsi Jambi, BKKBN Bungo, dan unsur terkait lainnya menggelar Focus Group Discussion (FGD) di aula kampus, Rabu (18/5/2022).

Focus Group Discussion dalam rangka pemetaan variabel untuk analisis situasi stunting (Penyusunan policy brief bersama perguruan tinggi) di Aula Akper Setih Setio Muara Bungo. Foto : sidakpost.id/Juliansyah

Direktur Akper Setih Setio, Ns. Zahlimar. Z. M.Kep, mengatakan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari MoU sebelumnya. Dimana Akper Setih Setio di tunjuk sebagai koordinator atau pendamping perguruan tinggi di Kabupaten Bungo dalam percepatan penurunan angka stunting.

Dijelaskan, Focus Group Discussion (FGD) ini sebagai langkah pemetaan variabel untuk analisis situasi stunting (Penyusunan policy brief bersama perguruan tinggi). Dalam kesempatan ini Akper Setih Setio Muara Bungo sebagai koordinator nya.

” Oleh karena itu, dalam FGD ini kami mengundang semua unsur dinas terkait dalam rangka pengintegrasian kegiatan Program penguatan komitmen kelembagaan terkait perencanaan seperti melakukan kajian pemetaan. Dengan begitu, ini akan menjadi perencanaan kedepan untuk menentukan langkah-langkah dalam percepatan penurunan angka stunting,” Ujarnya.

Lebih lanjut Zahlimar, upaya penurunan angka stunting ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal.

Kendati demikian, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, di antaranya perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

“Masalah stunting harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas. Karena itu, kesehatan membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat,”ujarnya. (jul)

ADVERTISEMENT






ADVERTISEMENT