Darmadi Orangtua Pasien MT,  Bantah Keterangan Pihak RSUD MH Thalib Kerinci

Dibaca: 169 kali

SIDAKPOST.ID, KERINCI – Terkait berita orangtua pasien menggendong anaknya yang dirawat di RSUD M.A.Thalib Kerinci dan sempat viral di media sosial pihak rumah sakit gelar konferensi pers, Rabu (17/02) kemarin.

Plt Direktur RSUD M.A.Thalib Kerinci dr. H.Iwan Suwindra,Sp.B dalam keterangan konferensi pers mengatakan, tidak benar kalau petugas mengatakan pasien atas nama MT Covid-19.

“Jadi yang sebenarnya ingin melakukan screening ulang dan mengisi data pasien sebagai pasien rawat inap dan juga tidak benar bahwa oksigen habis, buktinya dari rekaman CCTV di RS.MH.A Thalib Kerinci terlihat dimana saat itu oksigen ada,”cetus dr Iwan Suwindra.

Secara tegas, Darmadi ayah Pasien MT membantah terkiat keterangan pihak RSUD, MH. Thalib Kerinci itu tak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Saat itu pihaknya tak pernah mengeluhkan pelayanan di IGD karena bagus layanan.

“Ketidak puasan itu, ketika tiba di Sal anak sekira pukul 21.00 WIB, karena ada keterangan dari seorang perawat bilang, jangan keluar dan tutup pintu karena ini ada pasien Covid,19,”ungkap Darmadi.

Lajut Darmadi, mendengar ucapan dari seorang perawat sontak keluarga pasien kaget dan sedih karena ucapan yang disampaikan oleh perawat tersebut.

“Jadi kami kecewa karena anak kami ini dibilang terkana Covid-19. Kekecewaan iti, juga dipicu karena anak kami cuma dipasang impus saja dan tidak obat yang diberikan kepada anak kami,”kesalnya.

Dikatakan Darmadi, saat itu juga seorang perawat bilang ogsigen sudah habis jadi terpaksa anak yang sedang sesak nafas tidak mendapat perawatan secara baik. Kasian kan ada pasien butuh ogsigen tapi dibilang ogsigen sudah habis.

“Pasahal ketersedian ogsigen masih ada tapi kenapa tidak diberikan. Berawal itu lah, saya emosi dan kecewa dan terpaksa membawa anak kami keluar menuju IGD dengan cara digendong,” tuturnya.

Jadi kata Darmadi, yang disampaikan oleh pihak rumah sakit bilang pihaknya mengeluh pelayanan saat masuk ruang IGD itu tidak benar. Karena saat di IGD dilayani dengan baik.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan kalau saat masuk IGD anak kami dilayani dengan baik. Yang membuat kami kecewa anak kami dibilang Covid-19. Padahal awal masuk rumah sakit anak kami sudah di cek dan hasilnya negtif,” ucapnya. (red)

ADVERTISEMENT