Sujarijo Pensiun Dari Lurah, Atasi Pengangguran Ajak Pemuda Berternak Bebek

Dibaca: 585 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Komunitas ternak unggas di Tebo, ajak generasi muda di wilayah Desa untuk, memanfaatkan waktu senggang untuk berternak bebek pedaging, untuk menciptakan lapangan kerja dan menambah pendapatan serta pemenuhan gizi keluarga.

Sujarijo, setelah pensiun dari ASN, dirinya gencar melakukan berbagai trobosan baru untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat. Salah satu contoh. Ia membuat komunitas ternak unggas dikalangan remaja.

Semua itu dilakukan Sujarijo, supaya tidak ada generasi muda yang menganggur. Dengan ternak bebek pedaging ini, bisa mendongkrak ekonomi keluarga.

Penelusuran sidakpost.id, sekretariat komunitas ini, berada di Jalan Kihajar Dewantara Gang Rawamangun, Kelurahan Wirotho Agung Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Saat dijumpai, Sujarijo menceritakan terbentuk komunitas ternak bebek pedaging ini, tak lain untuk menjadikan pemuda desa kreatif memanfaatkan peluang usaha, yang nantinya bisa mendongrak perekonomian keluarga.

“Kita memang di desa, namun sangat banyak hal positif yang bisa dilakukan, seperti tenak bebek pedaging. Ini bisa membantu agar generasi muda tidak selalu berpangku tangan. Bebek pedaging ini mudah memiliharanya dak susah kok,” ujar Suarijo, Rabu ( 17/10).

Sebut dia, sebagai pemuda desa jangan malas dan jangan malu untuk berusaha, usai beraktifitas di kebun menyadap karet bisa memanfaatkan waktu untuk beternak bebek pedaging hasilnya cukup lumayan.

“Saat ini ada ratusan ekor bebek pedaging jenis peking dan hibrida maupun mentok bibit, atau anak bebek peking dan hibrida dipasok atau didatangkan dari Tangerang Pulau Jawa,” ungkap Sujarijo.

Untuk pemeliharaan dan penggemukan Bebek pedaging ini termasuk mudah, yaitu sediakan kandang box untuk berisi 25 ekor anak Bebek dan dipasang lampu listrik 5 what.

“Anak bebek pedaging ini yang digemukkan dengan pemeliharaan yang sangat profesional. Seperti memberikan makan, obat-obat suplemen yang tepat maka dalam waktu 2,5 bulan beratnya bisa mencapai 1,5 sampai dengan 2 kg per ekor,” tukasnya.

Saat dutanya kemana saja dipasarkan bebek ini? Sujarijo mengatakan, tak hanya di wilayah Tebo, pihaknya juga sudah memasarkan di luar Tebo. Seperti di Bangko, Bungo hingga Dharmasraya.

“Kalau untuk keanggotaan komunitas bebek ini sudah mencapai belasan orang peternak yang tersebar di berbagai Kecamatan di Kabupaten Tebo. Kalau ingin mendapatkan bibit bebek bisa hubungi kominitas kami,” pungkasnya. (asa)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*