Penebangan Kayu Ilegal di Jambi dan Sumsel, Dibongkar KLHK

Dibaca: 1.285 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali membuktikan ketegasannya pada pelaku kejahatan lingkungan hidup kehutanan, melalui Tim Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK wilayah Sumatera dalam pengungkapan kasus penebangan liar.

Ada dua wilayah berbeda yang di jadikan target Operasi yaiti Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Provinsi Jambi, dari dua operasi yang dilakukan Tim Gakkum berhasil mengamankan 7 orang pelaku penebangan liar beserta barang bukti (BB) 9 truk berisi kayu ilegal.

Sementara satu orang tersangka lainnya melarikan diri, dan hingga berita ini di rilis masih dalam pengejaran petugas .

“Kami akan melanjutkan proses penyidikan, dengan target menjerat cukong kayu ilegal. Tujuh pelaku lapangan yang sudah diamankan ini, menjadi pintu masuk untuk menjerat para pemodal,” kata Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Eduward Hutapea, (16/03) kemarin.

Semua berawal keberhasilan dari Operasi penangkapan dan pengamanan peredaran kayu ilegal yang berasal dari Kawasan Hutan di Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan, kayu yang disita petugas diduga berasal dari Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Hutan Produksi di sekitarnya sertab kayu tersebut ditengarai akan dibawa ke Jakarta melalui Palembang.

Tim Gakkum menyita 2 Truk Fuso berisi kayu 70 m3 di Kecamatan Babat Tomang, Kabupaten Musi lBanyuasin Sumsel pada sepekan lalu, kemudian d lakukan pengembangan dan Tim dapat mengidentifikasi dua truk itu milik CV.SP di Desa Batu Gajah Kabupaten Muratara.

Tim mengamankan 4 orang (sopir dan kernet truk-red) beserta truk berisi kayu sebagai barang bukti diamankan di Kantor Seksi Wilayah III, Balai Gakkum Wilayah Sumatera.

Tak sampai Di situ Tim kembali menahan 7 truk berisi kayu ilegal di Kabupaten Tebo, berawal pada Minggu (15/3 Tim menemukan dan menyergap 2 Truk Fuso berisi kayu ilegal milik CV. WGL yang diangkut dengan tujuan ke Jawa Tengah.

Dua truk itu kemudian diamankan di Mako SPORC Brigade Harimau Jambi, Tim menduga kayu itu berasal dari Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dan Hutan Produksi di sekitarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Sopir Truk, Tim mendatangi lokasi CV. WGL. Di lokasi dan kembali menemukan 5 Truk Fuso yang siap mengangkut kayu ilegal (berupa kayu gelondongan, kayu olahan berbagai ukuran, balok kaleng) dan 2 mesin badsaw.

“Selanjutnya tim kami menyegel kawasan CV. WGL, sedangkan penanggung jawab CV. WGL berinisial E melarikan diri. Kami menduga E adalah pemilik CV. WGL salah satu cukong kayu di Kabupaten Muratara,”beber Eduward pada awak media.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani mengungkapkan, bahwa pelaku penebangan kayu ilegal seperti ini, harus dihukum seberat-beratnya.

“Mereka sudah merusak lingkungan hidup dan merugikan negara juga masyarakat dan harus ada efek jera, KLHK tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan lingkungan seperti ini,” kata Rasio Sani.

Dikatakannya, terhadap para pelaku perseorangan akan didakwa melanggar Pasal 12 Huruf e, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar (Pasal 88 Ayat 1 Huruf a).

Pelaku perseorangan juga akan didakwa melanggar Pasal 19 Huruf f dengan pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar (Pasal 94 Ayat 1 Huruf d).

“Kita telah mengantongi beberapa nama cukong pemain kayu ilegal di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dan Kabupaten Muratara Provinsi Sumsel,” pungkasnya. (asa)

ADVERTISEMENT