Tekan Angka Stunting, BKKBN Gandeng Lintas Sektoral

Tanpak Kesepatan Lintas sektoral dalam percepatan stunting dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi/Foto : Ratna

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Berbagai cara dan upaya yang dilakukan oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menurunkan angka stunting di provinsi Jambi.

Hal itu dibuktikan, dengan pemanduan perencanaan program dan anggaran bangga kencana tingkat Provinsi dan kabupaten/Kota di Hotel Aston, Kamis (27/02/2022).

Kegiatan dihadiri langsung oleh kepala BKKBN Provinsi Jambi Dr. Munawar Ibrahim, MPH. Sekretaris BKKBN Jambi Yudi Hendra Musrizal, S.IP.,MA. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Raflizar, OPD dan undangan baik secara langsung maupun virtual.

Sekretaris BKKBN Provinsi Jambi, Yudi Hendra Musrizal mengatakan, forum ini tak lain bagaimana program nasional terkait percepatan penurunan stunting, bersama mitra lintas sektoral berasal dari 11 kabupaten/kota.

Baca Juga :  Kabupaten Bungo Menjadi Tuan Rumah Musrenbang Provinsi Jambi

“Sinergitas dan dukungan yang baik dari pemerintah Provinsi terhadap kegiatan BKKBN bisa menjadi langkah yang cepat dalam penurunan angka stunting yang ada di Provinsi Jambi,”kata Yudi.

Dikatakan, forum ini tak lain untuk  menyamakan persepsi, agar tercapainya tujuan khusus merumuskan rencana kerja, mempersiapkan dasar dan mekanisme kerja serta komitmen lintas sektoral di wilayah Provinsi Jambi.

“Untuk menurunkan angka stunting jelas kita tidak bisa bergerak sendiri, tentu kita butuh bantuan dan dukungan dari pemerintah provinsi Jambi,”ujar Yudi selalu ketua panitia.

Baca Juga :  Sumarno Cakades Rimbo Mulyo, Siap Berkompetisi Dengan Dua Rivalnya

Kepala BKKBN perwakilan Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim mengatakan, sesuai amanah perpres 72 tahun 2021, sekaligus implementasi nyata rencana aksi nasional (RAN) percepatan penurunan stunting secara nasional.

“Diman, hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka prevelensi stunting Provinsi Jambi pada angka 22,40 persen. Bapak presiden juga berharap Indonesia bisa mencapai angka 14 persen di tahun 2024,” katanya.

Lanjut Munawar, yang perlu diakukan adalah sinkronisasi tugas antara bidang yang ada dalam struktur TTPS. Upaya pencegahan stunting sudah banyak dilakukan.

“Seperi sanitasi, air bersih, kemiskinan, dan pendidikan dengan metode intervensi spesifik, pranikah, hamil dan interval dengan sasaran remaja, calon pengantin, ibu Hamil, ibu menyusui dan balita,”tutupnya. (adv/rat)