Tersiram Air Panas, Begini Kondisi Listiya dan Butuh Uluran Tangan Dermawan

Dibaca: 524 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kecerian balita bernama Listiya Pratiwi sirna. Akibat ia tersiram air panas. Kini orangtua Listiya hanya pasrah karena tidak memiliki biaya untuk perawatan medis sekaligus biaya operasi.

Balita mungil berumur 2 Tahun adalah anak dari pasangan Sholehan dan Nurmi warga Kampung Baru Petenun, Dusun Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Bungo.

“Peristiwa itu terjadi pada tahun 2019 saat itu, saya sedang merebus air setelah masak dimasukan kedalam baskom dan mengambil air digin untuk dicampurkan dengan air panas tersebut,” kata Nurmi.

Tak lama ia pergi ke kamar mandi, sebut Nurmi dirinya kaget melihat anaknya itu sudah masuk kedalam baskom berisi air panas yang baru dimasak. Kejadian itu, saat anaknya itu berumur satu tahun.

“Saya histeris pak melihat anak saya itu sudah berada di dalam baskom dimana air mendidih baru saya masukan kesitu. Saat itu, langsung membawa Listiya ke bidan dusun, pada saat itu bindan bilang harus dinawa ke rumah sakit,”ucapnya.

Dikatakannya, setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit dokter bilang agar anaknya itu dirujuk ke rumah sakit di kota Jambi, agar ditangani oleh dokter  spesialis dan harus segera di operasi.

“Karena kami tak punya biaya banyak dan hanya memiliki kartu KIS terpaksa rencana operasi ke Jambi tidak jadi. Hal itu. membuat kondisi tubuh anak kami sangat memprihatikan, bahkan tangan anak kami sudah kaku,” katanya.

Ia juga menambahkan kalau perawatan di Jambi itu besar, sedangkan pekerjaan hanya sebagai penyadap karet. Jadi tak mungkin kekuarganya bisa membiayai operasi anaknya tersebut.

“Kami atas nama orangtua Listiya agar ada dermawan yang sudi membantu biaya operasi anak kami. Karena kami kuatir bila tidam di operasi maka anak kami akan cacat kasian melihatnya pak,” harapnya.

Terpisah, kepala dinas kesehatan Bungo, dr Safarudin Matondang mengatakan, agar Listiya dirawat kembali di rumah sakit umum biar ditangani oleh dokter spesialis kulit.

“Saran kami coba dirawat lagi di rumah sakit biar ditangani oleh pihak RSUD dan akan dicari solusinya bagaimana supaya bisa mendapat perawatan kembali,”kata Safarudin. (jul)

ADVERTISEMENT