Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Dampingi Anak-anak Vaksinasi

Dibaca: 186 kali

SIDAKPOST.ID, JAMBI –  Pemerintah telah memutuskan untuk mengurangi risiko penyebaran covid-19 pada anak-anak dengan mengadakan vaksin covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Para orangtua dapat memilih vaksinasi untuk anaknya pada fasilitas pelayanan vaksin baik milik pemerintah ataupun swasta.

Danramil 415-09/Telanaipura Mayor Inf Widi Purwoko, SE. Tidak jarang anak kecil akan merasa takut dan cemas terhadap jarum suntik (Trypanophobia) yang digunakannya saat vaksin.

Itu akan membuat mereka menolak bahkan hingga meronta-ronta saat vaksin covid-19. Kekhawatiran orang tua bisa muncul apabila anak-anak takut jarum suntik jelang pelaksanaan vaksinasi.

“Agar anak-anak patuh dan tidak merasa ketakutan saat di vaksin, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura selalu memberikan pendampingan kepada anak-anak, baik sebelum maupun saat pelaksanaan,”kata Danramil.

Dikatakan, pendampingan diberikan dengan bahasa dan perilaku yang mudah dimengerti oleh anak-anak usia 6-11 tahun. Pemahaman tentang kejujuran soal rasa suntik vaksin sangat perlu dilakukan.

“Mereka diberi penjelasan bahwa suntik vaksin itu tidak akan berlangsung lama. Bantu anak-anak untuk tenang dan bersabar, karena akan membantu dalam kelancaran suntik vaksin pada anak, merupakan cara Babinsa saat melakukan pendampingan,”ujarnya.

Lanjutnya, saat pelaksanaan vaksinasi di SD Negeri 26/IV Kel. Legok kota Jambi, Senin (17/01/2022) tidak satupun anak yang kelihatan takut dan cemas.

“Sertu Agus Sukma mendekap dan memberi semangat kepada satu persatu anak sebelum di suntik. Sehingga pelaksanaan vaksin dapat berjalan dengan tertib dan lancar,”jelasnya.

Menurut Danramil, ada beberapa tips yang bisa orang tua lakukan saat ingin merayu anak yang takut jarum suntik ketika sedang vaksin covid-19, yakni:

-Jangan memaksa anak untuk melakukan vaksinasi saat hatinya belum tenang.

– Tenangkan terlebih dahulu sang buah hati agar bisa diajak komunikasi.

– Lakukan komunikasi yang baik dan bujuk anak secara perlahan agar mau disuntik vaksin.

– Lakukan Komunikasi aktif pada anak dengan perkataan anak pintar dan pemberani (bentuk kasih sayang kepada anak-anak).

– Alihkan pandangan dengan cara melakukan Foto bareng, sehingga pandangan fokus kedepan, tidak melihat kearah jarum suntik.

– Meyakinkan kepada anak-anak lainnya bahwa suntik Vaksin tidak terasa sakit sama sekali.

“Alhamdulillah tidak ada satupun anak yang ketakutan, cemas, menangis hingga meronta-ronta saat vaksinasi di SD Negeri 26 tadi, pelaksanaannya sangat lancar. Semoga metode pendampingan seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 09/Telanaipura dapat diterapkan di tempat lain,” imbuhnya. (rat)

ADVERTISEMENT