Kurangi Angka Stunting, BKKBN Jambi Gandeng Mahasiswa UNBARI

Dibaca: 430 kali

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Kurangi angka Stunting Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi gadeng Mahasiswa Universitas Batang Hari (UNBARI).

Hal tersebut dibuktikan, dalam kegiatan diklat pembekalan KKN Tematik posdaya angkatan XLV semester genap tahun akademik 2021-2022 di Aula Kampus, Rabu (16/02/2022).

Dengan narasumber pihak BKKBN bidang koordinator bidang KS/PK, Dra. Sri Banun Saragih dan koordinator bidang Dalduk Hj. Azazi Karim, S.Pd., MM. Sebanyak 520 mahasiswa yang akan mengikuti KKN pada tahun 2022.

Azazi Karim mengatakan, di era sangat modern sekaligus masa pandemi sangat penting, penyuluhan dan pengetahuan tentang stunting untuk pembekalan mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Mauro Jambi selama dua bulan.

“Mahasiswa peduli stunting (mahasiswa penting). Banyak sekali faktor terjadinya stunting dimulai dari kurangnya pengetahuan sebelum menikah, kualitas sanitasi kurang baik, konsumsi makanan yang bergizi dan lain sebagainya,”ujar Azazi.

Dikatakan, berdasarkan perpres nomor 72 tahun 2021 stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai, dengan panjang atau tinggi badannya dibawah standar yang ditetapkan oleh menteri urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

“BKKBN tidak bisa berkerja sendiri, kami harus melibatkan beberapa mitra terutama, adik adik mahasiswa yang akan melaksanakan KKN. Tentu peran mahasiswa di lokasi KKN bisa memberi pengetahuan terkait stunting kepada masyarakat,”ujarnya.

Sementara itu, Sri Banun menyampaikan usia ideal untuk menikah, perempuan 21 tahun dan laki laki 25 tahun. Pada tahun ini Kota Jambi berada di tingkat aman untuk angka stunting di bandingkan Muaro Jambi. Karena di Muaro Jambi mengalami kenaikan angka stunting.

“Semua bisa kita atasi bersama dengan cara merubah pola pikir masyarakat, dalam membesarkan anak ke arah yang lebih baik, dalam materi 1000 hari pertama kehidupan. Kami juga berharap mahasiswa nantinya bisa bekerja sama dengan perangkat desa terkait stunting, “harapnya.

Lebih jauh Sri Banun mengungkapkan, program besar dari UNBARI yang akan di laksanakan ada empat bidang. Seperti segi kesehatan, pendidikan, lingkungan dan ekonomi. Ini bisa diselipkan terkait stunting kepada masyarakat.

“Jadi penyebab stunting tidak hanya terpacu pada kurangnya gizi yang di berikan kepada anak, tapi bisa juga dari pola asuh dan untuk Mencegah itu semua perlu kita terapkan fungsi keluarga,”ujar Sir Banun. (adv/rat)

ADVERTISEMENT